Info Terbaru:

Perjalanan Sang Waktu


Seiring dengan perputaran jarum jam detik demi detik berubah menjadi menit. Menit demi menit berubah menjadi satu jam. Jam demi jam berubah menjadi satu hari. Siang berganti malam, malam berganti siang. Hari demi hari malam demi malam, tak terasa sudah satu minggu, minggu demi minggu tak teras sudah satu bulan. Bulan demi bulan tak terasa sudah satu tahun. Tahun berganti tahun tanpa disadari rambut kita mulai memutih. Kulit kita mulai mengkriput tapi kita masih merasa sebagai seorang perjaka yang muda, kita selalu berusaha memakan obat-obat untuk mempercantik menambah ketahanan tubuh kita seolah kita akan hidup selamanya, kita berpacu memburu karir, memburu pangkat, memburu kekayaan kita sama sekali tak ingat dengan halaman kampong kita yang sebenarnya. Dengan keadaan bergelimang dosa, dalam keadaan tertipu dunia, kita dijemput oleh malaikat maut. Harta yang berlimpah rua pangkat dan jabatan serta handai toulan tidak dapat menangguhkan malaikat maut dari menjeput atau mencabut nyawa kita. Sama sekali Alloh tidak akan menangguhkan seorang jiwa pun apabila ajalnya telah tiba, sesungguhnya Allah maha memberitakan amalan-amalan hamba-hambanya.

Maka sebelum datang masa penyesalan, masa penyesalan yang panjang mari  kita sesali sekarang selagi nyawa dikandung badan. Sesal dahulu pendapatan sesal kemudian adalah kerugian, sesunguhnya dalam pergantian siang dan malam terdapati produk pelajaran bagi orang-orang yang beriman serta orang-orang memiliki pandangan dan fikiran. Sesungguhnya Allah-lah memutar balikkan-memutar balikkan atau menukar malam antar siang, memperngantikan malam dan siang, mengendalikan malam dan siang. Sesungguhnya hal itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berpandangan dalam iman yang lain Allah menyebutkan
“Dialah zat yang menjadikan malam dan siang secara bergantian, sesungguhnya itu adalah pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pengajaran atau bersyukur.

Diantara hikmah ada perjalanan atau dalam perjalanan ada perpindahan waktu atau pergantian tahun sepanjang tahun dan berganti waktu demi waktu terdapat banyak pelajaran proses bagi seorang yang beriman, pertukaran waktu mengingatkan kepada kita akan berakhirnya kehidupan di dunia ini. Dengan segala isinya. Allah sebutkan dalam firmannya mengumpamakan kehidupan dunia
“Berikanlah perkesamaan kepada mereka seperti perhubungan hidup di dunia ini, bagaikan air diturunkan dari langit lalu bercampur dengan tanah dan menumbuhkan pepohonan, jadilah tumbuhan yang subur-subur, lalu tumbuhan-tumbuhan itu kering kerontang lalu diterbangkan oleh angin, sesungguhnya Alloh berkuasa dalam hal sesuatu.”

Dalam ayat yang lain Allah berfirman :
“Sesungguhnya tiada kehidupan itu, kecuali hanyalah kehidupan duniawi itu hanyalah sendau gurau dan permainan. Sesungguhnya kehidupan yang benar adalah kehidupan yang akhirat. Kehidupan akhirat itu jauh lebih baik bagi orang-orang yang berta’wan dan apalah bagimu tidak mengambil pelajaran. Juga Rosullulloh Solallohu ‘alaihi Wassalam kepada Umar “Jadilah kau di dunia ini bagaikan manusia atau bagaikan engkau sedang rantau dan atau orang sedang melakukan perjalanan. Sesunggunya kehidupan dunia adalah sementara dan semu dan menyilaukan di depan mata kita, menutup mata hati kita kadang-kadang, untuk melihat kehidupan hakiki”.


Maka Rosullulloh mengupamakan kehidupan dunia ini bagaikan kehidupan berperan merantau. Orang merantau dia akan berusaha mendapatkan kebesaran untuk kembali kenegerinya sejatinya dengan segala fasilitas ia manfaatkan untuk mensejahteraan kehidupan dikampung halamannya. Orang perantauan tidak pernah berfikir membikin rumah yang mewah-mewah karena akan ditinggalkannya, dia akan kembali kekampung halamannya sejati. Orang perantauan tidak akan membeli tanah seluas-luasnya karena ia akan meninggalkannya demikianlah orang yang merantaukan beri informan terhadap Rosullulloh Solallohu ‘alaihi Wassalam. Bahwa kehidupan dunia kita harus merantau, kehidupan sejati kampung kita sejati adalah akhirat. Marilah kehidupan di dunia sebagai jalan kebahagian ke akherat atau bagaikan orang dalam perjalanan. 

Baca Juga :

Informasi Cara menghadapi Masalah hidup  
Bagaimana biar cepat Lunas Hutang  

4 Ilmu Hikmah Menggapai Hidup Berkah dan Barokah 

Anda yang Mau Bergabung bersama kami dengan yang lainya Menjadi
Santriwan Santriwati secara Online di 
AL-HIKMAH NURIMANI
PUSAT PENGEMBANGAN ILMU HIKMAH
“Barang siapa yang berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat dan memelukNya”

Baca Juga