MAKNA BERSYUKUR DALAM HIDUP


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS. Ibrahim: 7)

Pada ayat diatas Allah mengumumkan kepada kita bahwa jika kita bersyukur atas nikmat2 yang kita terima, maka Allah akan menambah nikmat diatas kenikmatan yang telah diberikan-Nya pada kita. Tambahan nikmat yang dimaksud disini bisa berbentuk zahir (seperti harta yang bertambah), ataupun batin (misal: ketentraman hati, kebahagiaan keluarga, kekhusyuan shalat, ataupun nikmat-nikmat yang nanti akan kita terima di akherat nanti).

Kemudian ketika hamba-Nya kufur nikmat, bahasa yang digunakan Allah dalam ayat diatas tidak dengan “akan aku adzab” (semodel dng ketika bersyukur: akan aku tambah nikmat), tapi cukup dengan warning bahwa “adzab-Ku sangat pedih”. Jadi kalau nantinya seseorang mendapatkan adzab, itu adalah hasil dari apa yang dia lakukan sendiri, bukan karena Allah. Sebagaimana dengan nikmat, makna “adzab” pun bermacam-macam. Bisa saja bentuknya adalah dicabutnya nikmat dengan berbagai cara. Bentuk-bentuk siksaan lain misalnya adalah dicabutnya rasa takut kita untuk berbuat dosa, kita tidak lagi merasa rindu dengan surga ketika diceritakan, dll.
MUSIBAH TIDAK MENIMPA ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR
Musibah (bala’) sebenarnya tidak akan pernah muncul ketika seseorang selalu merasa bersyukur. Karena apapun yang diterimanya dia akan merasa bahwa itu adalah yg terbaik baginya, sehingga ia bersyukur atasnya.

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS.An-Nisa: 147)
Allah tidak akan menyiksa (menimpakan musibah) jika kita bersyukur dan beriman. Oleh karena itu selalu ingatlah kepada Allah dan bersyukurlah, jangan kufur nikmat. Demikian seperti firman-Nya berikut:

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152)
Ketika kita mengingat-ingat nikmat Allah sebenarnya nikmat tersebut tak terhingga jumlahnya.
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18)
Kalau menghitung saja kita tidak akan mampu, bagaimana mungkin kita akan mampu untuk mensyukuri dengan sempurna?
Dalam keseharain tanpa kita sadari, sering terbesit dalam pikiran kita merasa kurang puas dengan keadaan kita saat ini, mungkin kita merasa kecewa karena apa yang kita harapkan belum sesuai dengan kenyataan yang kita terima. Kadang kalaketidak puasan kita dengan keadaan dan kehidupan kita sekarang seringkali menjadikan kita merasa kurang bergairah dan tidak bersemangat, lesu dalam bekerja dan berkatifitas, bahkan yang paling parah bila kita mengingkari rahmat kasih sayang Allah SWT dan berburuk sangka pada-Nya. Sungguh kita termasuk orang-orang yang tidak pandai bersyukur.

Terlampau banyak orang yang beranggapan bahwa rizki yang diperolehnya adalah hasil keringat sendiri, padahal Allah lah yang memberi  kita rezeki, Ketika orang lain melakukan sesuatu untuk kita, kita merasa bersyukur. Namun, kebanyakan dari kita tidak terbiasa untuk menghaturkan rasa syukur kepada Allah Swt  untuk segala hal yang telah Dia berikan kepada kita. Mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan untuk semua hal yang telah Ia lakukan untuk kita disebut sebagai rasa syukur dalam praktik spiritual. Kemampuan untuk hidup dalam perasaan syukur ini merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari perjalanan  hidup seorang hamba yang menginginkan kebagiaan keselamatan dunia dan akhirat.

Ada banyak alasan untuk bersyukur. Kita bersyukur karena mendapat berkat, rejeki, kesembuhan dari penyakit, anak-anak sehat naik kelas atau lulus sekolah dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kita juga bersyukur karena medapat anugerah berupa keturunan, anak atau cucu, menikahkan anak, dipanjangkan umur, dan masih banyak lagi alasan untuk bersyukur kepada Allah Swt.

Kadang kita merasa apa yang harus kita syukuri ketika suatu saat kita tidak memperoleh apa yang kita usahakan, padahal kegagalan bisa berarti rizki yang harus kita syukuri juga, kita tidak tahu ketika kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan justru Allah memahami bahwa hal yang kita inginkan itu justru akan membawa kerugian yang sangat dahsyat.

Sahabat.. coba mulai kita pahami makna bersyukur dengan cara merenungkan akan nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kita, betapa nikmat Allah telah membanjiri anda dari atas kepala sampai keujung kaki, pernahkah anda merenungkan, kesehatan tubuh anda, keluarga anda, makanan, pakaiaan  bahkan udara dan air, yang masih membuat anda  berdiri kokoh dan bisa membaca artikel ini walaupun  degan segala permasalahan.

Syukur yang tulus  dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diperoleh adalah semata-mata karena anugerah dan kemurahan Ilahi. Syukur dengan hati mengantar manusia untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan betapapun kecilnya nikmat tersebut. Syukur ini juga mengharuskan yang bersyukur menyadari betapa besar kemurahan, dan kasih sayang Ilahi sehingga terlontar dari lidahnya pujian kepada-Nya.

Sebuah cara yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan rasa syukur adalah menuliskan atau mengingat beberapa hal yang Anda syukuri setiap hari. Jurnal rasa syukur ini merupakan cara yang baik untuk memulai rasa syukur yang lebih besar dalam hidup Anda. Contoh hal kecil namun patut disyukuri adalah menikmati cuaca yang baik sehingga bisa jalan-jalan atau beraktifitas dengan lancar, tidak kesulitan mendapatkan makanan dan minuman, tidak kesulitan bernafas dan lain sebagainya. Jika terus dikumpulkan, suatu saat kita akan takjub karena demikian besar karunia Sang Pencipta yang telah kita terima dan nikmati, Upayakan untuk menghiasi pikiran dan sikap dengan rasa syukur kapanpun dan dimanapun. Hal itu dapat mempengaruhi sikap mental menjadi lebih positif. Dengan begitu Anda perlahan-lahan mulai menarik hal-hal positif ke dalam kehidupan Anda.

Ketika membaca tulisan ini cobalah anda bertanya pada diri sendiri, adakah yang berubah dalam pikiran anda, apakah anda menemukan kesan dalam jiwa anda semoga hal itu ada dalam diri anda dan ini lah yang menjadi harapan saya, sebab dari ini semua Tuhanlah yang menjadi sumber harapan kita, tidak yang dapat memberikan petunjuk kepada kita selain Allah, hanya kepadaNya kita berserah diri dan hanya karenaNya kita bersyukur atas segala nikmatNya, Iman, Akal, Agama, Rezeki, Umur Panjang, dan yang pasti Blog ini akan selalu menemani anda dalam proses menggapai ketentraman, kebahagiaan kesejahteraan hidup ini, dan selalu berbagi pengalaman kepada anda dalam menghadapi permasalahan hidup, semoga bermanfaat  bagi sy, bagi anda dan bagi kita semua Amin ya RobbalAllamin.-




Info layanan kami :
Di Doakan Secara Khusus   Klik Disini »  ·   Pengobatan Alternatif  Penyakit Medis & Non Medis    Klik Disini »  ·  Terapi Air  Hikmah   Klik   ·   Tasbih Laduni    Klik Disini »    ·  Menjadi Santri Online  Al-Hikmah Nur Imani   KlikDisini »   · Berkunjung ke Al-Hikmah Nur Imani  Untuk Konsultasi Langsung.  Klik    ·  Ruwat Rumah & Kendaraan   Klik    ·  Ruqiyah Jarak Jauh   Klik  ·  Membuka Aura Diri   Klik  
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.