KEJUJURAN MODAL DASAR RAIH KEBERHASILAN HIDUP

Ketika seorang Manusia telah dapat berserah diri dan  meyakini  serta menyandarkan seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan, maka dia akan mendapatkan penjagaan, kekuasaan, kecukupan, kekuatan dan kebahagian serta pertolongan yang akan Tuhan berikan kepadanya  sebagai  hasil dari Buah Iman seorang hamba yang sanggup menanamkan keyakinan sebagai Ukuran kesucian hati, secara otomatis  itu akan menumbuh suburkan keridhoaan dan keberkahanNya dalam sisi kehidupan Manusia 

Sahabat…
Memang untuk mencapai  penyerahan diri secara Total hanya kepada Tuhan  tidakah mudah bagi kita, tapi tidak juga sulit selama kita mau  jujur  terhadap diri terhadap situasi keadaan, hal ini akan mempercepat proses penyerahan diri secara Total hanya kepadaNya, serimonial ibadah yang kita lakukan setiap hari itu merupakan kewajiban yang memang harus dilakukan, tapi makna yang sebenarnya dari nilai ibadah ialah kejujuran didalam hati untuk memujiNya, kejujuran didalam hati untuk melaksanakan segala perintahNya, Menjauhi segala laranganNya, Maukah kita jujur pada diri sendiri dalam melakukakan ibadah itu karena Allah ? maukah kita jujur pada diri kita sendiri dalam melakukan suatu kebaikan kesesama itu karena Allah ? atau menginginkan sesuatu dari sesama atau dari Allah itu sendiri ? 

Apa sebenarnya makna dari kata Jujur :
Jujur itu berarti berbicara,atau bertindak apa adanya,tidak dilebihkan atau di kurangkan dengan tindakan atau perkataan yang menyimpang dari sebenarnya.
kejujuran itusatu hal yang sangat langka dan sulit di wujudkan jika seseorang  masih memiliki rasa-rasa negatif atau niat negatif.

Ada tiga tingkatan kejujuran :
Pertama,kejujuran dalam ucapan yaitu kesesuaian ucapan dengan realita.
kedua,kejujuran dalam perbuatan,yaitu kesesuaian antara ucapan dan perbuatan.
ketiga,,kejujuran dalam niat,yaitu kejujuran tertinggi di mna ucapan dan perbuatan semuanya hanya untuk allah.

Jujur dapat diartikan bisa menjaga amanah. Jujur merupakan salah satu sifat manusia yang mulia, orang yang memiliki sifat jujur biasanya mendapat kepercayaan dari orang lain. Sudah tentu kitapun sangat tidak menyukai orang-orang yang suka berbohong atau berdusta. Sifat jujur merupakan salah satu rahasia diri seseorang untuk menarik kepercayaan umum karena orang yang jujur senantiasa berusaha untuk menjaga amanah. Amanah secara etimologis (lughawi)  dalam bentuk mashdar dari (amina, amanatan) yang berarti jujur atau dapat dipercaya.
Amanah, sesuatu yang berat karena harus menjaga dan merawat dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab titipan orang. Berhasil atau tidaknya suatu amanat sangat tergantung pada kejujuran orang yang memegang amanat tersebut. Jika orang yang memegang amanah adalah orang yang jujur maka amanah tersebut tidak akan terabaikan dan dapat terjaga atau terlaksana dengan baik. Begitu juga sebaliknya, jika amanah tersebut jatuh ke tangan orang yang tidak jujur, maka keselamatan amanah tersebut pasti tidak akan tertolong.
Kejujuran merupakan pangkal dari kepercayaan, yang menilai Anda jujur adalah Allah, Sang Pencipta dan orang-orang di sekitar Anda. Sedangkan kepercayaan adalah imbas positif dari sikap jujur. Orang yang mendelegasikan kepercayaan merupakan hasil dari penilaiannya terhadap sikap kita. Jadi sekali lagi kepercayaan adalah amanah yang harus dijaga erat. 
Karena kepercayaan tak timbul dari penilaian sesaat pula. Orang lain berteman terhadap kita digerakan dari rasa kepercayaan pula, pikiran postitif menimbulkan persepsi bahwa si A kelihatannya memegang prinsip kejujuran dan bisa dipercaya. 
Norma jujur itulah salah satu saksi yang menyelamatkan dari hukuman Allah. Apa jadinya jika harga diri kita sendiri dirusak oleh sikap-sikap yang bertentangan dengan norma kejujuran? Yang pasti akan mendapatkan hukuman dari negara, masyarakat maupun rasa bersalah terhadap Allah penciptanya. Memang sesal hanya terjadi di belakangan. 
Namun sebisa mungkin janganlah merusak harga diri dengan kebohongan dan tindakan yang melawan norma kejujuran di mana saja Anda berada. Sekali Anda berbohong di depan masyarakat luas, hilanglah harga diri Anda selamanya. 
          Kebaikan terhadap sesama akan menjadi ibadah yang hakiki yang diridhoinNya, bila kita mau mengulurkan tangan membantu sesama dengan penuh rasa kasih yang jujur dan menutup hati dari unsur-unsur  ria dan takabur atau unsur-unsur perasaan yang akan menghancurkan ibadah kita itu,
Ibadah kepada Sesama tampak penuh pesona seperti namanya , budi baik terlihat Indah seperti tulisan hurupnya, kebaikan bercitra seperti rasanya , Orang yang pertama kali dapat mengambil nilai lebih dari pada berbagi kebahagiaan dengan orang lain ialah mereka yang mau melapangkan dada dan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain dengan sejujur-jurnya kepada diri dan kepada Allah bahwa itu semua adalah karna Allah.
Bersyukurlah kepada Allah atas nikmatNya, Kesehatan, Iman, akal, Agama, rejeki, panjang umaur dan sebagainya,
Yang pasti dengan blog Atasi Masalah hidup www.denganridhonya.com  akan selalu menemani anda  mengapai ketentraman , kebahagian, kesejahteraan hidup dunia dan akhirat semoga bermanfaat 

Amin ya Robballamain. –




Info layanan kami :
Di Doakan Secara Khusus   Klik Disini »  ·   Pengobatan Alternatif  Penyakit Medis & Non Medis    Klik Disini »  ·  Terapi Air  Hikmah   Klik   ·   Tasbih Laduni    Klik Disini »    ·  Menjadi Santri Online  Al-Hikmah Nur Imani   KlikDisini »   · Berkunjung ke Al-Hikmah Nur Imani  Untuk Konsultasi Langsung.  Klik    ·  Ruwat Rumah & Kendaraan   Klik    ·  Ruqiyah Jarak Jauh   Klik  ·  Membuka Aura Diri   Klik  
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.