HAPUSLAH DOSA DENGAN SEDEKAH


Tak banyak yang dapat kita lakukan jika sering melanggar larangan Allah. Namun dengan Sedekah kita masih diberi ampunan Allah dan masih diberi kesempatan untuk dapat lebih dekat dengan Allah kembali.

Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
Sebelum mendapatkan sesuatu yang besar, bersedekahlah dengan sesuatu yang besar. Karena hal itu akan menjamin hal besar tadi bisa anda nikmati untuk waktu yang lama




Salah satu nikmat besar pemberian-Nya yang wajib kita syukuri adalah dibukanya kran-kran rezki untuk kita. Ada yang mengucur deras dan ada pula yang kecil. Ada yang mengambil jatah rezkinya harian, pekanan, bulanan dan bahkan ada yang musiman. Walaupun kadar rezki kita berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Tapi Allah swt memberi kita kebutuhan sesuai dengan kadar rezkinya masing-masing. Dan ingat Jangan pernah ragu utk mengeluarkan sedekah, karena benar-benar dahsyat manfaatnya

Simak janjiNya ;

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرُُ لَّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن 
سَيِّئَاتِكُمْ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 2:271)
Rasululloh pun bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِىءُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ


Shodaqah menghapus dosa seperti air memadamkan api (HR Ahmad, Al Tirmidzi dan selainnya dan dishohihkan Al Al Bani dalam Takhrij Musykilat Al faqr no. 117)

Semakin bersih dari dosa dijamin hati akan semakin tenang dalam situasi apapun, selalu akan ada jalan keluar dari persoalan apapun dan akan mendapat rezki/pertolongan yg tak terduga, yg tak disangka2

Alloh Ta’ala menjadikan sedekah sebagai salah satu sebab diampuninya kemaksiatan, dihilangkannya keburukan dan dimaafkannya berbagai kekhilafan. Hal ini ditunjukkan oleh nash-nash dalam Al Qur’an maupun As-Sunnah. Di antaranya firman Alloh Ta’ala:

“… Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baikitu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk…”. (Hud : 114)

Nash di atas adalah nash yang bersifat global yang mencakup setiap kebajikan dan perbuatan baik. Sedangkan sedekah merupakan kebajikan dan kebaikan yang paing agung. Tentunya, sedekah lebih berhak digolongkan sebagai bentuk kebajikan dan kebaikan.

Juga firman Alloh Ta’ala yang artinya:


“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki0laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alloh, Alloh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35)


“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Robbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langin dan bumiyang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Alloh menyukai orang-orang yang beerbuat kebajikan.” (Ali ‘Imron): 133-134)


Yang dapat diambil kesimpulan dari ayat di atas, bahwa termasuk hal-hal yang paling utama dan nyata dapat mendatangkan ampunan Alloh terhadap berbagai kesalhan dan dosa adalah infak dengan mengharap keridhoan Alloh Ta’ala.

Di antara nash-nash yang menunjukkan hal tersebut adalah sabda Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam yang artinya:


“Bersedekahlah kalian, meski hanya sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, memadamkan kesalhan, sebagaimana air  mampu memadamkan api.” (Ibnu Mubarok – Disahihkan oleh Albani)


Juga Sabda Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam yang artinya:


“Sedekah mampu memadamkan kesalhan, sebagaimana sebongkah es yang meleleh di atas batu karang.” (Ibnu Hibban)


Bukhari meriwayatkan di dalam Shohihnya yang tertera dalam bab As-Shodaqoh Tukaffiru ‘Ikhothi’ah, dari hadits Hudzaifah yang di dalamnya terdapat lafazh:


“Fitnah yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, anak dan tetangganya bisa dihapus dengan sholat, sedekah dan kebajikan.” (HR. Bukhori)


Juga, Sabda Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam yang artinya:


“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa akan menghampiri jual beli kalian, maka sertailah jual beli kalian dengan sedekah.” (Attirmidzi-Hasan Shohih)


Makna hadits di atas, bahwasanya pedagang terkadang berlebih-lebihan dalam menyebutkan ciri-cici barang dagangnnya, hingga berbicara dengan pembicaraan yang mengandung unsur kesia-siaan. Terkadang mudah bersujmpah untuk memoles barang dagangannya. Maka dianjurkan mengeluarkan sedekah guna menghapus kesalahan-kesalahan tersebut. (AlMabsuthh karya As-Sarkhosi)

Muhammad bin Al Munkadir berkata, “Di antara hal-hal yang dapat mendatangkan maghfiroh (ampunan) adalah memberikan makan seorang muslim yang kelaparan.” Sebagian ulama mengatakan setelah menyampaikan uangkapan di atas, “Apabila Alloh memberikan ampunan kepada seseorang yang memberi minum seekor anjung yang kehausan, lalu bagaimana dengan seseorang yang memberi minum orang yang kehausan, memberi makan oreang yang kelaparan dan memberi pakaian orang yang telanjang dari kalangan kaum muslimin? (Ibnul Qoyyim)

Sebagai penguat nash-nash di atas yang menjelaskan bahwa sedekah merupakan penghapus dosa dan kesalhan adalah anjuran sebagian ulama untuk bersedekah selepas terjadinya sebuah kemaksiatan. Boleh jadi, hal ini berdasarkan sabda Rosululloh Sholallohu’alaihi wa sallam:


“Dan ikutilah keburukan dengan kebajikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapusnya.”
 

Wujud mengalirkan rejeki itu dengan sedekah, sedekah selain sebagai kewajiban bagi setiap muslim, sedekah berfungsi membersihkan dan mensucikan rezeki dan harta yang dimiliki. Karena dari setiap rejeki dan harta yang dimiliki ada hak untuk yang lain.

Sedekah merupakan investasi akhirat. Tetapi pahala dan balasannya tidak hanya diterima saat di akhirat nanti, tetapi juga langsung di terima di dunia. Amiin.

Baca Kisah Sukses dengan sedekah :
 







Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.