MERAIH KEBAHAGIAN DENGAN TAQWA






  


            Kita sebagai umat islam menyadari bahwa segala macam permasalahan yang dihadapi oleh manusia belum tentu bisa terpecahkan oleh akal dan fikiran ,  oleh karena itu Allah Swt memberi tuntutanan hidup yang sempurna untuk manusia dalam menyelsaikan segala permasalahanya, tapi tidak sedikit dari manusia lupa bahwa  sebagai mahluk yang dimuliakanNya  mempunyai tugas yang agung dari Allah Swt yaitu khalifah dimuka bumi. Yaitu gelar yang tidak diberikan kepada mahlukNya yang lain walaupun malaikat sekalipun,  Justru kebanyakan manusia tergoda oleh keindahan dunia dan terbuai oleh kenikmatan sesaat dan lupa akan nikmat yang Allah telah dan akan berikan, manusia berfikir apa yang di dapatkan dan yang di milikinya itu merupakan usaha dan hasil kerja kerasnya, manusia ingkar pada tuntunan Allah. Tetapi bila manusia ditimpa musibah berkeluh kesah bingung meminta dan memohon pertolongan Nya.
Allah Berfirman :


إِنَّ الإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا – إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا – وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا – إِلاَّ الْمُصَلِّينَ

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat.”

Surat Al-Ma’arij ayat 19-22

Ayat ini menerangkan tentang  sipat kekurangan manusia dari kesempurnaanya sebagai mahluk yang dimuliakan oleh Allah Swt, kekurangan manusia itu lemah jiwa dan hatinya dalam menghadapi segala permasalaha dan kemewahan dunia, menurut Allah mereka itu orang orang yang rugi

tapi tidak sedikit manusia yang komitment pada diri nya taat kepada Penciptanya tau akan tugasnya yang telah Allah berikan kepadanya,  itulah manusia taqwa manusia yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepadanya  tidak kehilangan kendali walaupun ditimpa kesusahan dan  musibah, mereka tetap yakin akan janji janjinya sesuai dengan firman Allah di dalam Alquran :

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu

(QS.At-Thalaq(65):2-3).

Penderitaan yang dialami oleh manusia yang bertakwa tidak dijadikan kendala apalagi merubah nilai keimanan mereka, justru hal ini dijadikanya pondasi dasar untuk mencapai keimanan yang hakiki yaitu keimanan tanpa pamrih untuk mencapai puncak nilai ketakwaan yang sempurna

Mereka tidak lupa untuk selalu bersyukur dan mnggunakan hartanya dijalan Allah dikala susah maupun senang. Dengan demikian mereka menyadari betul pungsi dan tugas manusia sebagai hamba yang tidak mungkin keluar dari aturan yang telah di tetapkanNya

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yaqub, (Ibrahim berkata): `Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama  Islam 
(QS. 2:132)
Di ayat lain diterangkan bahwa manusia bertakwa akan mendapat kemenangan :

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan “
QS.Anabaa:31
Kita hidup didunia ini hanya sementara tidak abadi semua yang kita miliki keluarga, harta, kedudukan itu semua milik Allah, hak milik kita yang sebenarnya adalah Amal perbuatan yang kita perbuat.  Dengan kita melaksanakan AmanahNya Nicaya  akan menjamin kebahagiaan dunia Akhirat

Ada empat hal yang dapat mengangkat seseorang kepada derajat tertinggi, walaupun amal dan ibadahnya sedikit, yaitu : sifat penyantun, rendah hati (tawadhu'), pemurah, dan berbudi pekerti yang baik. Itulah kesempurnaan iman. (Abul Qasim Al-Juaid)
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.