CARA MENGHADAPI COBAAN HIDUP



Dalam menghadapi Cobaan hidup dan masalah yang dihadapi.  Kebanyakan manusia sering terpengaruh  oleh situasi dan keadaan sehingga tidak sanggup lagi  berpikir  jernih dalam menyikapi dan menyelsaikanya ,  ini seharusnya sebelum kita melangkah lebih jauh dan belum  ada jawaban  bagaimana cara mengantisipasi   masalah masalah hidup yang terus bergulir,  alangkah baiknya kita berhenti sejenak tarik napas dalam dalam mintalah perlindungaNya

Artinya :Dan katakanlah,  Aku berlindung kepada Allah yang memelihara manusia , yang menguasai manusia, Tuhan bagi Manusia

Qs An Naas 114. 1- 3



Itulah yang seharusnya kita lakukan dalam menghadapi persoalan hidup dan disaat kita bingung dari mana mulai menyelsaikanya, Sikap inilah  yang disebut Mawas diri untuk menetralisir alam dan fikiran, yaitu bersikap kritis dalam menyikapi segala persoalan yang ada, terutama dalam kondisi mental yang tertekan berhentilah untuk brfikir karena pasti itu akan mengakibatkan semakin terperosoknya kita kejurang kehancuran itulah yang diharapkan Setan laknatullah sebagai mana janjinya kepada Allah:



“Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al-A’raf:  16-17)

Ketika iblis mengatakan seperti itu, maka Allah berfirman kepadanya,

"Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh mu kepada mereka melainkan tipuan belaka.”

(Qs. Al-Isra: 62-64)



Mawas diri seperti  ini sangat diperlukan agar kita  terhindar dari berbagai fitnah, yang sudah di hembuskan setan, dengan berbagai cara supaya kita tersesat dan hancur,





Allah berfirman (Qs. Al-Imron: 3: 7 ) :

huwalladzii anzala 'alayka lkitaaba minhu aayaatun muhkamaatun hunna ummu lkitaabi waukharu mutasyaabihaatun fa-ammaalladziina fii quluubihim zayghun fayattabi'uuna maa tasyaabaha minhu ibtighaa-a lfitnati wabtighaa-a ta/wiilihi wamaa ya'lamu ta/wiilahu illaallaahu warraasikhuuna fii l'ilmi yaquuluuna aamannaa bihi kullun min 'indi rabbinaa wamaa yadzdzakkaru illaa uluu l-albaab

Artinya : Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mu-tasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal

Atas dasar pemikiran tersebut hendaklah seseorang tidak menyatakan satu sikap sebelum mengetahui terlebih dahulu permasalahanya, sebagai mana dinyatakan dalam  Al Quran :



Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. 17:36)



Oleh karena itu  kita harus selalu waspada dan mawas diri terhadap segala macam persoalan hidup yang telah banyak menenggelamkan manusia dan tidak bisa diselamatkan, kecuali orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk diselamatkan, sebagaimana Allah akan menyelamatkan orang-orang yang beriman dihari kiamat dari api neraka. Tingkatkanlah diri menjadi orang yang cinta kepada-Nya, agar menjadi kaya disisi-Nya, yang tidak membutuhkan segala sesuatu selain yang diberikan oleh-Nya, maka keimanan akan  bertambah kokoh dan hati akan bersih dalam menyikapi segala persoalan dan masalah hidup,



Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.