MEMAHAMI MAKNA IMAN



         Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)



Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah tugas utama manusia.

Selama ini sebagian orang memahami bahwa iman artinya kepercayaan atau sikap bathin, yaitu mempercayai adanya Allah, Malaikat, Rosul, Kitab, Hari Akhir kiamat, takdir baik dan buruk, pengertian tersebut jika di gandengkan dengan hadist nabi yaitu :


Aqdun bil qalbi wa iqraarun billisani wa amalun bil arkani



Maka pengertianya akan lebih oprasional jika di definisikan  bahwa iman adalah kepribadian yang mencerminkan kesatupaduan antara kalbu, ucapan dan prilaku menurut ketentuan Allah yang disampaikan malaikat kepada nabi Muhammad, ketentuan Allah tersebut dibukukan dalam bentuk Kitab   yaitu kumpulan Wahyu yang di kongktritkan dalam Alqur’an guna mencapai tujuan yang hakiki yaitu bahagia dalam hidup, baik jangka pendek maupun jangka panjang, isi kitab  tersebut adalah ketentuan nilai nilai kehidupan yang baik dan yang buruk berdasrkan parameter dari Allah.

          Ada tiga Aspek dalam iman itu sendiri  yaitu Pengetahuan, kemauan, dan kemampuan,  orang yang beriman kepada Allah adalah yang memiliki pengetahuan, kemauan, dan kemampuan untuk hidup dengan ajaran Alqur’an seperti yang di contohkan oleh Rosulullah, oleh karena itu prasarat untuk mencapai iman adalah memahami kandungan Alquran dengan demikian strategi untuk menumbuh kembangkan keimanan kepada Allah adalah menumbuh kebangkan kegiatan belajar dan memahami Alqur’an secara terpadu dan terperinci, tujuan belajar dan memahami Alqur’an bukan hanya sekedar mampu menyembunyikan hurupnya, melainkan sampai memahami makna yang terkandung didalamnya.

 Kuat lemahnya iman sesorang sangat tergantung pada penguasaanya terhadap Alqur’an  kekeliruan dalam kedangkalan dalam memahami makna Alqur.an merupakan Faktor yang membuat dangkal atau keliru dalam beriman, untuk itu dalam belajar memahami Alqur’an harus dilakukan secara sistimatis dan berkelanjutan   
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.