DERMAWAN TIDAK TAKUT MISKIN

Tidak perlu menunggu kaya baru menjadi dermawan, justru kedermawanan akan mengundang kekayaan


Dermawan itu seperti seseorang  menanam sebutir biji yang tumbuh menjadi puluhan batang dan kemudian berbuah menjadi ribuan bahkan puluhan ribu biji yang dihasilkan. Lihat contohyang paling mudah , dari sebiji sawi atau bayam, maka akan dihasilkan ribuan biji baru dan bila seluruhnya ditanam, maka akan menghasilkan jutaan biji baru dan seterusnya, Bila seseorang berinfak sekalipun kenyataanya jumlah uang berkurang tetapi hakekatnya justru bertambah.
Pada saat manusia dilahirkan, tak seorangpun  membawa gunung emas atau sebidang tanah. Semuanya tanpa tahu dan tak memiliki apa pun..Bahkan sampai sekarang, tak tahu dari mana rizki kita akan datang, tetapi yang luar biasa, kenyatannya sepanjang hidup selalu dilimpahi rizki.  Betapa maha pemurahnya Allah. Itulah janji Allah kepada semua mahluk-Nya . Perhatikan firman Allah dalam al-Qur’an surat Hud ayat 6,” Bahwa tak ada seekor binatang apapun yang ada dialam raya ini, selain kami ciptakan dengan ketentuan rizkinya’’. Demikian Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang memberikan rizki yang seluas-luasnya, namun jangan lupa ada bagian yang dititipkan untuk orang lain. Kita sebagai mahluk Allah, bukan pemilik, tapi hanya menerima titipan belaka, kapan Allah mau mengambilnya kembali itu hak perogatif Alla dan kita tak bisa menolaknya.

SPiritualitas Rizki
Teladan pada bidang dakwah, perjuangan islam, tetapi contoh nyata sebagai saudagar sukses dalam bisnis sehingga berhasil mempersunting Khadizah, Konglomerat sukses di Zazirah Arab, yang sangat terkenal dan termashur. Kekayaan Khadizah dengan manajemen yang dilakukan Muhammad semakin berkembang, sekalipun terus-menerus dipakai dakwah perjuangan islam tetapi tak habis-habisnya. Demikian pula teladan yang diberikan sahabat umar bin khathab yang menginfakan hampir seluruh kekayaan untuk kepentingan dakwah Islam. Belajar dari keteladanan para nabi, sahabat atau para ulama termashur perihal memperoleh rizki, ditemukan beberapa pengalaman spiritual yang dapat dicontoh.

Pertama, keyakinan bahwa Allah . Maha pemurah dan maha luas rizki-Nya  keagamaan berupa ketaatan menjalankan shalat tahajud, dhuha, puasa sunat dan do’a-do’a khusus menjadi kekuatan besar untuk memperoleh rizki. Berdasarkan keyakinan inilah, para nabi, shahabat dan ulama tidak melakukan kegiatan usaha apapun sebelum mendapat petunjuk Allah.

Kedua, berprasangka baik kepada Allah. Bila kita berdo’a ( baik dalam pengertian ritual,ucapan atau perbuatan) tidaklah kecuali Allah akan mengabulkan dan memberkatinya.
Ketiga,  merasa diri berdosa sehingga dengan sadar melakukan taubat terus-menerus. Kemudahan rizki beriringan dengan bening hati dan kesucian diri yang teramat dalam.

Gemar Berinfak
Terdapat dua fenomena menarik berkaitan dengan perilaku orang-orang k aya, pertama, ada orang kaya yang bakhil, dengan keyakinan bahwa dia hanya mungkin kaya apabila bakhil terhadap orang lain bahkan pada dirinya sendiri. Dalam banyak kasus orang-orang seperti ini biasanya mendapat cobaan yang sangat besar, seperti sakit, yang menghabiskan biaya besar atau diberi keturuan yang rakus atau tergoda oleh judi sehingga hartanya habis tak karuan. Oleh karena itu apabila kita mencoba memakan hak orang lain atau dalam rizki ada hak orang lain yang tidak diberikan maka pasti kita wajib mengembalikan. Kalau tidak, maka Allah akan mengganti dalam bentuk musibah yang lebih besar baik secara langsung atau tidak langsung.

Kedua, perilaku orang-orang kaya yang dermawan. Mereka berkeyakinan bahwa kaya karena berkat do’a orang lain dan kaya untuk orang lain. Sebagian dari rizkinya, dinafkahkan untuk kepentingan orang lain dan mereka tidak suka menimbun kekayaanya, karena ada keyakinan akan memperoleh rizki pada esok harinya. Nabi Isa pernah memberi nasihat kepada kaumnya:” janganlah kalian simpan makanan untuk esok, karena esok ada rizki tertentu yang akan kalian peroleh’’. Maksudnya jangan sampai kikir atau takut tidak makan, karena rizki itu mengalir bagai air, hilir tak bertepi dan hulu berada pada kemaha-luasaan rizki Allah .Hiduplah untuk saling memberi makan bukan saling memakan. Itulah yang di maksud dalam kata mutiara diawal tulisan, bahwa andaikan kita ingan hidup hanya satu tahun tanamlah grain (gandum), sedang bila berharap hidup sepuluh tahun tanamlah trees (pohon) dan andaikan ingin hidup seratus tahun atau selama-selamanya, maka bangunlah people (SDM)
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.