Agar Mendapat Pertolongan Allah Swt

  بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih 
lagi Maha Penyayang         

Kepada  Allah kita menyembah, dan kepada Allah kita memohon pertolongan. Tapi faktanya saat kesusahan, lebih banyak waktu kita gunakan untuk meminta tolong kepada manusia. Maka pantaslah, jika jalan keluarnya tak kunjung datang.

Ketika harga diri telah dijadikan salah satu  kata kunci utama hidup seorang muslim ditengah-tengah pergaulan manusia yang lalai dan diperkuda hawa nafsu, semoga Alloh menakdirkan kita menjadi bukti kemuliaan  Islam. Siapa pun yang dianugerahi karunia ini, niscaya tidak akan merasakan kecemasan menghadapi kehidupan dunia. Betapa tidak! Pertolonga-Nya yang sangat mengesan kan akan senantiasa tercurah kepada kita, diminta ataupun tidak. Misalnya saat kita ingin membangun masjid atau lembaga dakwah. Sekiranya kita tidak yakin bahwa Allah SWT akan menolong kita yang ingin mendirikan rumah-Nya dan menolong menegakan agama-Nya ,niscaya akan dengan mudah. Bahkan mungkin penuh kesadaran menukar harga diri dengan kepingan-kepingan uang logam, yang mungkin nilainya lebih kecil daripada yang diberikan pada pengemis atau penjaga WC umum. 

Kita akan mencampakkan rasa malu kita dan rela tumbuh ini terpanggang terik sinar matahari untuk berjalan berkilo-kilo meter dari pintu ke pintu , berdiri dipinggir jalan raya sambil mengacung-ngacungkan kotak kencleng, atau mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil diperempatan jalan. Padahal, bukanlah tangan diatas itu jauh lebih baik dari  pada tangan yang mengadah dibawah?  Sesungguhnya, keadaan semacam itu sangat dimaklumi. Umat Islam ini baru terjaga dari tidur lelapnya. Melangkah begitu jauh  dan sudah berbekal sejumlah potensi untuk bersaing. Akibatnya, bisa kita lihat kedalam diri kita sendiri, kita masih memiliki banyak kelemahan, baik dalam hal potensi sumber daya manusia, dana, kesempatan, maupun strategi untuk bersaing. Mengingat hal itu, apakah lantas kita hanya akan mengandalkan kemampuan diri yang nota bene  pas-pasan, apa yang bisa kita dapat? Kalau pun kita memilih berjuang sekuat-kuatnya  untuk menjaga kemuliaan diri tak ingin meminta-minta sumbangan. Sementara jalan wirausaha pun belum membuahkan hasil yang berarti lalu siapa yang harus kita andalkan? Hendaknya kita mulai mencita-citakan menjadi orang yang selalu  rindu pertolongan Allah. Biarlah dia yang mengatur segalanya bagi kita. Biarlah kita menjadi bagian dari rencana dan strategi-Nya. Karena dengan begitu, kita akan m enjadi orang yang bisa meraih sukses dalam bidang apapun yang dapat mendatangkan ,kemaslahatan , sekaligus derajat kemuliaan kita pun tetap terpelihara dan bahkan terentaskan. Mau berdakwah , Melanjutkan sekolah, atau melakukan apapun, kalau hanya mengandalkan otak dan kemampuan belaka,

         Kita tidak bisa melacak apa yang akan terjadi besok atau lusa. Kita tidak tahu persaingan seberat apa yang yang akan dihadapi. Kita tidak tahu penipu mana yang akan mengganjal dan menghadang kita. Akan tetapi, kalau Allah berkehendak menolong kita, maka dia Mahatahu segala-gala. Sekali-kali tidak akan terhalang karunia dan pertolonga-Nya walaupun bergabung seluruh jin dan manusia untuk menghalanginya. Jadi,  kalau ada yang harus kita lakukan sekarang adalah mencari pertolongan Allah, dengan cara berjuang sekuat-kuatnya agar kita menjadi orang yang layak  ditolong oleh –Nya .akan tetapi, bukannya untuk sampai kea rah itu amat berat? Nah, disinilah justru letak kesalahannya; menganggap berat perjuangan yang justru belum kita mulai. Padahal. Allah sama sekali tidak mempersulit kita. Kita saja yang suka menghalangi datangnya pertolongan Allah itu. Karenanya, agar kita menjadi orang yang tidak menghalangi pertolongan-Nya, rahasianya adalah memulai dengan membersihkan dan meluruskan niat.

Untuk apa kita melakukan suatu usaha? Untuk kepentingan sendiri, bolehkah? Untuk ma’isyah rumah tangga, bolehkah? Kedua-kedua boleh saja. Kalau demi motivasi semacam itu, siapapun dapat melakukannya, bahkan termasuk orang yang tidak beriman sekalipun. Padahal kita harus mendapatkan nilai lebih dari sekedar untuk mencukupi diri atau keluarga. Ketika ingin berwirausaha, niatkanlah karena ingin memiliki harga diri, agar tidak menjadi beban orang lain. Yang kedua, mudah-mudahan usaha kita menjadi dakwah. Yang ketiga. Mudah-mudahan banyak teman kita yang bergabung, sehingga mereka mendapatkan rezki yang jelas kehalalannya. Dan yang keempat, mudah-mudahan jerih payah kita membuahkan rezki yang berlimpah ruah, sehinga bisa menolong orang yang memang membutuhkan pertolongan. Hendaknya, seperti inilah niat kita. Tidak lagi hanya untuk kepentingana diri dan keluarga, tetapi menjadi melebar untuk kepentingan umat. Inilah awal yang baik. Kalau niat dan motivasi kita hanya sekedar untuk memperkaya diri, jangan-jangan malah kita tidak pernah menjadi kaya. Lain lagi kalau diniatkan untuk memperkaya umat dan menolong agama Allah. Maka Allahlah yang akan menjamin kekayaan kita, Bukankah Dia telah tergesa-gesa berfirman: ‘’Hai orang-orang yang beriman , jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu Dan meneguhkan kedudukanmu’’ (QS.muhammad  [47]:7).  

Lalu, siasat seperti apa yang dapat kita lakukan agar menjadi bagian dari orang yang layak ditolong oleh- Nya? Langkah awal yang harus kita lakukan adalah berusaha terus menerus untuk meningkatkan pengenalan kita kepada Allah dalam segala aspek kehidupan.Ujung dari semua itu adalah terbangunnya ketakwaan dan ketawakalan.Tidak takut kecuali hanya pada-Nya. Karena Dialah satu-satunya tempat bergantung segala mahluk manusia hanya diwajibkan berikhtiar, sedang tercapai atau tidaknya ikhtiar tersebut, semuanya bergantung pada izin Allah. Sekiranya kita sudah memiliki kesanggupan seperti itu, maka apa lagi yang harus dicemaskan di dunia ini?  Jaminan dan janji Allah itu  pasti. Mustahil Dia mengingkarinya ‘’ Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya baginya jalan keluar dan diberinya rizki dari jalan yang tiada terduga. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya, Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadahkan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu’’ Ath-Thalak[65]:2-3) 

Jangan ragu dengan kekuatan Allah SWT. Karena banyak fakta yang bisa kita jadikan bukti kebasarannya, Menjadi kekasih Allah tak menjadikan anda terlepas dari masalah. Tapi menjadikan anda lebih kuat dari setiap masalah yang akan anda hadapi

PERHATIAN :
Bagi anda yang sedang Mengalami sakit dan lagi berusaha untuk menyembuhkanya tapi tidak kunjung sembuh dan ke Medispun sudah tidak sanggup lagi, apapupun bentuk penyakit anda dari yang aneh sampai santet ataupun guna guna Segera:

HUBUNGI KAMI
Ibu Dewi :  BBM 
5527BFEA atau 
081 222 010 769 ( Ustd Sayiful bahri ) 
085 659 060 964 ( Ustd Dedy Rahmat )

terima kasih semoga bermanfaat !



Anda yang Mau Bergabung bersama kami dengan yang lainya Menjadi Santriwan Santriwati secara Online di AL-HIKMAH NURIMANI
MERAIH KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT
“Barang siapa yang berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat dan memelukNya”
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.