Meraih Ketentraman dengan Qanaah

Ketentraman hidup sesungguhnya hanya dapat diraih melalui penyikapan yang tepat terhadap harta dan dunia, sekecil dan sebesar apapun harta yang dimilikinya, Sikap demikian dikenal dengan sebutan qanaah, yang berarti merasakan kecukupan dan kepuasan atas harta dan dunia miliknya. Orang qanaah hidupnya senantiasa bersyukur. Makan dengan garam akan terasa nikmat tiada terhingga, karena ia tidak pernah berpikir tentang daging yang tida di hadapannya. Makan dengan sayur lodeh atau daging akan sangat disyukurinya. Ia pun akan berusaha untuk membagi kenikmatan yang diterimanya itu dengan keluarga, kerabat, teman atau pun tetangganya, karena ia ingat pada orang-orang yang hanya bisa makan dengan garam saja. Bukan fatalis meski demikian, orang-orang yang memiliki sikap qanaah tidak berarti fatalis-menerima nasib begitu saja tanpa ikhtiar. Orang-orang qanaah bisa saja memiliki harta yang sangat banyak, bahkan memiliki banyak sekali perusahaan, namun semua itu bukan untuk menumpuk kekayaan.

Kekayaan dan dunia yang dimilikinya ia sikapi dengan rambu-rambu Allah SWT, sehinga apapun yang dimilikinya tidak pernah melalaikanya dari mengingat Sang Maha pemberi rezeki. Ketika berusaha mencari dunia, orang-orang qanaah menyikapinya sebagai sebuah ibadah yang mulia di hadapan Allah Yang MahaKuasa. Sehinga ia tidak berani berbuat licik, berbohong, mengurangi timbangan, atau sukatan. Ia yakin tanpa menghalalkan segala cara apapun ia tetap akan mendapatkan rizki yang dijanjikan Allah. Ia menyadarinya, posisi rezki yang dicarinya tidak akan melebihi dari tiga hal.

Pertama, rezeki yang ia makan hanya akan menjadi kotoran. 
Kedua. Rezki yang ia pakai hanya akan menjadi benda using. 
Ketiga, rezki yang ia nafkahkan akan bernilai dihadapan Allah. 

Karenanya, ia pun lebih dahulu mementingkan seruan Rabbnya:’’ Hai orang-orang yang beriman, apabila diseur kepada kamu sekalian untuk melakukan shalat di Hari jum’at, bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu jika kamu sekalian mengetahuinya( QS. Al-jumu’ ah:9)

Tetapi jika ia telah sampai pada keadaan itu, ia juga tidak lantas terjebak dengan kenikmatan berkhalwat denga Allah, karena ia menyadari,masih ada aturan Allah yang mewajibkannya untuk beraktivitas kembali.

              ‘’ Dan apabila telah sampai melaksanakan shalat, maka bertebaranlah kamu semua dimuka bumi dan carilah karunia Allah serta ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu sekalian beruntung’’ 
(QS. Al-jumu’ah[62]:10).


Niat yang terlahir dari hati orang-orang yang qanaah ketika melakukan aktivitas pencarian dunia bukan didasarkan pada penumpukan kekayaan untuk ia nikmati sendirian, namun benar-benar didasarkan pada ibadah. Orang-orang qanaah akan mencari harta dan dunia untuk membekali dirinya agar lebih kuat dalam beribadah. Ia akan berpikir, bukankah Allah lebih mencintai mukmin yang kuat dibanding mukmin yang lemah? Pencarian harta dan dunia yang dilakukannya juga dimaksudkan untuk menafkahi keluarganya agar tidak  terjatuh pada jurang kepakiran, menyantuni orang lain, agar tidak membebani orang lain ketika Allah menimpakan kesulitan kepada dirinya. Ia akan terus teringat, kefakiran dapat mendekatkan diri pada kekufuran. Niat orang-orang qanaah ketika mencari harta juga didasarkan pada keharusannya menguasai ilmu pengetahuan. Ia tidak akan pernah merasa sayang dengan harta dan dunia sepanjang ia menggunakannya untuk makin bertambahnya ilmu pengetahuan. Ia yakin, hanya dengan memiliki ilmulah ia dan kelurganya akan merasa tentram dalam beribadah dan bermuamalah. insya Allah. 


NB: Jika anda membutuhkan bimbingan kami dan didoakan secara khusus di Mazelis AL-HIKMAH Nurimani di tempat kami  UNTUK MEMBANTU MENYELSAIKAN MASALAH yang sedang anda hadapi  atau anda Punya masalah lain yang mengangu kehidupan anda .
HUBUNGI KAMI
Ibu Dewi :  BBM 
5527BFEA
atau 081 222 010 769 ( Ustd Sayiful bahri ) 
085 659 060 964 ( Ustd Dedy Rahmat )
terima kasih semoga bermanfaat !
  
Anda yang Mau Bergabung bersama kami dengan yang lainya Menjadi Santriwan Santriwati secara Online di AL-HIKMAH NURIMANI
MERAIH KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT
“Barang siapa yang berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat dan memelukNya”


Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.