Apabila Rezeki Terasa Sempit


Dengan Ridhonya - Saya teringat ketika waktu susah dulu. Hutang saya menjerat leher, saya yang masih di bawah tahap kemiskinan masa  itu terasa menderita.  Mau bangkit lagi dari bisnis terasa sulit.sumber penghasilan didapat dari serabutan. Isteri juga tidak bekerja. Dan sama banyak hutang, dengan Allah Swt pun tak seberapa akrab. tidak sedekah karena terasa tak mampu, Sholat berjemaah di  masjid seminggu sekali pun susah kecuali solat Jumaat bila sempat.  Hidup sempit dan terhimpit. Kaya dunia tidak berpihak  Akhirat pun tidak jelas bingung..

Semakin saya sadar hidup jauh dari Allah Swt, ada kerinduan yang mendalam. Didalam diri . Saya berusaha solat berjemaah di masjid walau seminggu sekali. Tapi memang terasa berat untuk mereka yang sudah lama ‘tinggalkan’ masjid. Saya catat dalam buku setiap kali solat di masjid supaya ada motivasi untuk muhasabah diri da nada patokan kapan perubahan hidup dimulai.  Bermula dengan seminggu sekali, saya tingkatkan setiap hari.  dan terus saya paksa diri untuk dengar khotbah khotbah  islam. Sambil mencari rezeki yang saya bisa hari ini dapet besok melayang syukurnya punya istri dan anak yang selalu tabah dan selalu ngerti ( ya karna sama mungkin banyak hutang juga akhirnya pasarah jurus mujarab) selama itu pula kami perhatikan seseorang Juragan Ban dan Oli yang sekarang jadi sahabat saya, yang sangat tau sekali awalnya beliau datang ketempat saya sebagai tukang tambal ban dorong  sekitar tahun 1996, sekarang yang sudah jadi juragan dan punya tempat dimana ini sungguh luar bisa, degan omset mencapai 7 Milyard/bulan, beliau kerjanya hanya ke masjid dan kegiatan keagamaan aja, karena perusahaanya sudah jalan dengan orang-orang pilihan atau kepercayaanya, dan saya pun cari kesempatan waktunya untuk bisa ngobrol untuk minta ilmunya meraih kesuksesan dunia dan Akhirat,  bila dilihat dari segi pendidikan beliau ini maaf bukan seorang sarjana atau akademia khusus tapi hanya SD itu juga gak tamat, itu yang menjadi ambisi saya untuk mendekati beliau, sehingga waktu itu saya susun strategi saya ambil kaligrafi buatan teman dengan dalih mau ada yang pesan akhirnya temanpun memberikanya dengan harga dasar Rp.350.000.-  bermodal itu saya niat menjual mudah-mudahan beliau mau beli sekaligus menceritakan Rahasia sukses hidupnya, sehingga waktu itu saya ikut sholat magrib di masjid lingkunganya sengaja saya di barisan tepat belakang beliau sesudah sholat maghrib dan berdoa beliaupun salaman dan keluar dan saya ikutin, pas didepan masjid sayapun menyapanya , Assalamu’allaikum pak haji.. gmn sehat?! .. ya lur,  Alhamdulliah, kemana aja?  (sahutnya,  memeng kami sudah saling kenal sebelumnya),  ya biasa  pak haji sibuk mencari kunci sukses Dunia akhirat ( sengaja keluar kata kata itu biar sedikit cari perhatian beliau),  dapat?! ( jawab beliau sambil tersenyum), Belum pak haji,… eh pa haji saya itu ada perlu ke pa haji,.. mau menawarkan kaligrafi karya anak bangsa yang hasilnya akan kami sumbangkan ke fakir miskin dan anak yatim ( memang dalam hati sdh kami niatkan untuk sya sumbangkan ke anak yatim dan Fakir miskin bukan maksud saya ga butuh uang, karna target saya bukan itu, tapi ilmunya beliau ) dan ini cukup menarik hati beliau, sehingga  beliau mempersilahkan kerumahnya dan membawa barangnya ( kaligrafi) sehingga saya tidak pake lama langsung bergegas ke rumah ngambil kaligrafi dan ijin ke istri minta doanya, dan sayapun meluncur kerumahnya dan di persilahkanlah saya masuk, yu silahkan duduk lur … intinya dengan bebagai jurus dan trik negosiasi yang saya dapat di fakultas hukum waktu saya kuliah, yang untuk ngatasi masalah hidup tidak mampu terasa beguna waktu itu sehingga kamipun asyik ngobrol ngaler ngidul sampai tidak berasa waktu sudah mau jam satu malam,  sehingga saya memutuskan izin dengan penuh makna dan harapan yang membara dalam diri karna saya berhasil menjual barang dgn harga 1.700.000 ribu plus Rahasia sukses yang beliau berikan dengan penuh iklash dan ridho Amiin ya Robball alamin.

Hikmahnya:
Ketika kita ada niatan baik untuk merubah diri Allah Swt sudah mencatatnya pahala, dan kitapun action untuk mengaplikasikanya dengan tindakan Allah Swt membalasnya pahalanya dengan nyata.

Hasilnya :
Saya bisa menjualkan barang teman saya, saya bisa bershodaqoh kepakir miskin, saya bisa meberikan kewajiban ke istri saya, dan yang lebih utama saya bisa mendapatkan ilmu sukes Dunia akhirat yang mengalir begitu mudah dan realistis melalui sahabat saya yang di pake Allah Swt, dan hubungan kamipun baik sekali mereka mereka  silaturahmi terus terjalin dgn yang punya kaligrafi, dengan pak Haji, yang utamanya dengan istri saya sampai sekarang krn Allah Swt MeridhoinNya.

Intinya :
Dalam ilmu yang di dapat  untuk kehidupan ini adalah menurut  HM.CECEP SONJAYA ( itulah nama beliau ) kekuatan doa dan ikhtyar  harus sinergi ditambah keYakinan yang kuat di olah akal pikiran yang jernih di ucapkan oleh lisan dikuti perbuatan  itulah hakikatnya IMAN ( kerohanian ) FOKUS (lahiraiah) insya Allah hidup ini rezeki akan mudah diraih. Dan beliaupun memberikan Amalan yang sampai sekarang menjadi amaliah rutin saya dalam mengapai rezeki yang Allah tebarkan dimuka bumi ini,  amalan ini saya berikan juga ke anda denganijinya dan niat saya untuk berbagi ilmu ke anda yang dalam keadaan sempit rezeki inilah amalannya dan sudah banyak sekali dahsyatnya Amalan ini,  anda sendiri bisa merasakanya inlah amalanya.

AMALAN BILA REZEKI TERASA SEMPIT
Jika anda merasa rejeki anda sangat sempit sehingga harus bersusah payah bertahan hidup, cobalah gunakan ikhtiar batin berikut ini :
Bacalah asma "barhatiyatin" 173x
Bacalah asma "tatliihin" 70x
Lalu baca :
"Yaa Kabiiru anta Ladzii Laa Yahtadiyal washifuun liwashfi Azhomatihi" di baca 73 x

Dibaca setiap selasai sholat 5 waktu
Insya Allah kelapangan rejeki dan pintu kekayaan akan dibuka untuk anda.
niscaya tidak akan mati orang yang mengamalkan sebelum menjadi kaya raya. Allah akan memberikan karunia padanya kehidupan yang bagus.
* Amalan diatas merupakan warisan para waliyullah yang tentu sudah banyak terbukti keampuhannya. Jangan lupa sering bersedeaqh agar doa lebih terkabul.

MATERI PEMAHAMAN
Sesungguhnya pada diri setiap manusia, telah ditetapkan bagi mereka rezekinya sejak roh ditiupkan pertama kali ke dalam kandungan ibu. Sebagaimana telah disebutkan bahwa rezeki telah ditetapkan, hanya tinggal bagaimana cara kita meraih rezeki tersebut. Sama ada dengan jalan halal dan penuh keberkatan, ataupun dengan jalan haram yang mengundang kemurkaan Allah. Maka tidak salah jika ramai yang lebih suka mengatakan menjemput rezeki daripada mencari rezeki.

 Bila pintu rezeki ditutup Allah, maka dunia terasa menghimpit. Islam telah mengajar umatnya bahawa meninggalkan ketaqwaan di dalam apa jua aspek kehidupan akan mengundang kemiskinan dan kemelaratan. Macam-macam kemiskinan boleh berlaku bila taqwa tidak dimiliki. 

 Semuanya termaktub di dalam alquran dan sunnah Rasulullah SAW. Tidak miskin harta, seseorang yang melakukan dosa terus menerus tanpa taubat boleh jadi miskin iman, miskin hidayah, miskin ilmu, miskin akhlak dan adab, miskin maruah dan jati diri. Dalam kata-kata yang lain, kalau taqwa menjadi faktor ‘pengundang’ rezeki, keberkatan dan rahmat Ilahi, maka kesan dosa, maksiat dan mungkar adalah sebaliknya. 

 Lalu, pernahkah selama ini terfikir dan terlintas di hati kita, bahawa dosa yang kita lakukan samada terhadap Allah dan sesama manusia selama ini menjadi faktor atau penyebab ‘sempit’ dan ‘terhalang’nya rezeki Allah dari rezeki kita? Tersebut di dalam sebuah kitab Musnad, “Sesungguhnya manusia terhalang dari rezeki lantaran dosa yang dilakukannya.”

 Dalam sepotong hadis yang diriwayatkan oleh Ad Dailami, Rasululah SAW bersabda: “Perbuatan zina itu mewariskan (mendatangkan) kefakiran (kemelaratan) .”
Tanpa asas taqwa, seandainya seseorang itu dilihat melimpah ruah hartanya sekalipun, ia tak lebih merupakan ‘istidraj’ dari Allah. Itulah pemberian yang disertai laknat dan kutukkan. Mahukah kita dikurniakan rezeki sebegitu? Mahukan kita pemberian yang sedemikian? Kalau jawapan kita ‘ya’, maka kita tak lebih umpama Qarun, Tha’labah Yahudi Mabuk serta yang sama waktu dengan mereka. 

Bagi golongan ini wang, harta dan kemewahan adalah segala-galanya. Dari mana punca dan sumbernya, tidak pernah diambil kira. Mereka langsung tidak memperdulikannya. Lihat kesudahan mereka. Tiada apa lagi yang boleh menahan mereka daripada terkubur hina bersama dengan harta haram dan syubhat yang mereka usahakan selama ini. 

 Firman Allah s.w.t.yang bermsksud :
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan, dan diberikanNya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah mencukupkan keperluannya.” (Surah At-Talaq ayat 2-3)

 Penyabab Rezeki sukar diperoleh :

 1) Jauhnya hubungan dengan Allah S.W.T.

 2) Dosa.

 3) Rezeki yang tidak berkat.

 4) Bakhil. (Tidak bersedekah dan mengeluarkan zakat.)

 5) Tidak mensyukuri nikmat yang diberi.

 6) Ujian.

Kadangkala seseorang pernah bertanya pada diri sendiri, “Kenapa rezekiku  sempit? Buat berbagai usaha tetapi masih gagal mencapai matlamatnya?Berniaga merosot, puas aku berdoa dan minta pertolongan Allah tetapi masih tidak dimakbulkan-Nya?”

Perlu di ingat bahawa Allah S.W.T. Maha Mengetahui apa akan berlaku kepada para hamba-Nya dilambatkan permohonannya adalah untuk kebaikan hambanya sendiri. Kerana takwanya belum mantap, maka diuji lagi supaya semakin banyak ia berusaha, berdoa dan bertawakal maka akan melahirkan hubungan yang erat hatinya dengan Allah S.W.T. dan Dia ingin memberikan pahala yang besar kepadanya diatas kesabarannya. Oleh itu kita kena berbaik sangka dengan Allah S.W.T. berdoa dan terus berdoa jangan putus asa. Cepat atau lambat dikabulkan doa kita adalah urusan Allah S.W.T.

Sebagai kesimpulan, terdapat banyak perkara yang boleh menghalang dan membuatkan begitu mahalnya rezeki kepada kita.  Dalam usaha mencari rezeki di atas dunia ini, jangan sampai menjauhkan kita daripada beribadah dan mangingati Allah. Oleh itu, kita perlu bertawakal kepada Allah dengan hakikat tawakal yang sebenarnya. Kita mesti berusaha dan berikhtiar tetapi meletakkan pergantungan sepenuhnya kepada Allah. Kalau dapat apa yang kita inginkan, bersyukurlah. Kalau sebaliknya, bersabarlah dan berbaik sangka dengan Allah. Yang penting, kita mesti tahu meletakkan kepentingan antara dunia dan akhirat. Jangan gadaikan akhirat dengan habuan dunia yang sementara ini. Berusaha dan berikhtiarlah, kerana ia sunnatullah. Tetapi ingat, ia tidak akan dapat mengatasi takdir Allah S.W.T.

Anda yang Mau Bergabung bersama kami dengan yang lainya Menjadi
Santriwan Santriwati Secara Online di AL-HIKMAH NURIMANI
MERAIH KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT
“Barang siapa yang berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat dan memelukNya”
 klik disini 
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.