Berbuat baiklah pada Orang lain


Uluran tangan kepada sesama tampak penuh pesona seperti namanya. Budi baik terlihat indah seperti tulisan hurufnya. Kebaikan bercitra seperti rasanya, Orang yang pertama kali dapat mengambil nilai lebih dari berbagai kebahagiaan dengan orang lain ialah mereka yang mau melapangkan dada untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain. 

Orang-orang seperti ini dapat dengan cepat memetik buah lakunya dalam jiwa, akhlak,dan nurani mereka, Mereka menemukan kelapangan hati, keluasan rasa, ketenangan hidup, dan kenyamanan. Jika Anda dikelilingi kesedihan yang datang dari segenap penjuru hidup atau ditimpa suatu kesedihan, maka jangan biarkan itu terjadi juga pada orang lain, namun tetap berikan uluran tangan Anda kepada sesama. Dengan jalan seperti itu Anda akan menemukan solusi dan kelonggaran hidup, Berikan bantuan kasih kepada orang yang menahan diri untuk menadahkan tangan walaupun ia benar-benar membutuhkannya!

             Tolonglah orang yang teraniaya! Bebaskan orang lain dari himpitan kesulitan hidup! Berilah makan orang yang kelaparan! Jenguklah orang yang sakit! Bantulah orang yang tertimpa bencana! Sekecil apapun yang Anda lakukan pasti akan menuntun Anda untuk menemukan kebahagian yang akan membanjiri  Anda dari depan dan belakang. Tatkala Anda melakukan kebaikan, maka diri Anda bagaikan minyak misik yang menebarkan aroma wangi pada pembawa, penjual, dan pembelinya. Secara psikologis, kebaikan akan berubah wujud menjadi racikan obat yang dipasarkan di apotek orang yang dihatinya tumbuh subur kebajikan dan kebaikan. Menebarkan senyum diiringi roman muka yang berseri kepada orang-orang yang miskin akhlak merupakan shadaqah jariyah. Dalam istilah agama disebutkan:’’ Walaupun  hanya jika engkau bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang menyenangkan.’’  Memasang roman muka  masam ketika bertemu dengan orang lain bagaikan mengibarkan panji perang kepada orang itu dan kita tidak pernah tahu kapan perang itu akan terjadi, hanya Yang Maha tahu dengan keghaiban saja yang tahu.

               Orang jahat yang mau memberi minum seekor anjing galak pun dapat memperoleh karcis masuk surga seluas langit dan bumi. Sebab, sang pemilik pahala ialah Yang Maha pengampun, Mahatahu cara bersyukur. Dia indah dan mencintai keindahan. Dia baik dan mencintai kebajikan. Dialah yang mahakaya lagi Maha Terpuji. Wahai orang-orang yang merasa takut dengan himpitan derita, himpitan kegelisahan, himpitan ketakutan, marilah kita masuk dalam kebun-kebun kebajikan. Sibukan diri dengan kebajikan pada sesama! Buka telapak tangan Anda untuk selalu memberi! Ayunkan kaki Anda untuk sekedar berkunjung!

             Ulurkan tangan Anda untuk membantu dan menolong dan darma baktikan hidup Anda pada kepentingan sesama! Terseyumlah karena kalian akan segera menemukan hakekat kebahagiaan. Anda akan menemukan kelejatan cita rasa kebahagiaan. Anda akan menemukan pesona indah goresan warna kebahagian. Anda akan menemukan rasa bagian yang hakiki.’’ Padahal tidak ada seseorangpun memberi suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi ( dia memberikan itu semata-mata ) karena mencari keridhan Tuhannya Yanga Maha tinggi. Dan kelak di benar-benar mendapat kepuasan.’’ ( Qs. Al-Lail ( 92 ): 21 ).

The screet of happiness
 Oleh Ustd Dedi Rahmat

PERHATIAN : Bagi anda yang sedang Mengalami sakit dan lagi berusaha untuk menyembuhkanya tapi tidak kunjung sembuh dan ke Medispun sudah tidak sanggup lagi, apapupun bentuk penyakit anda dari yang aneh sampai santet ataupun guna guna Segera:
HUBUNGI KAMI
Ibu Dewi :  BBM 5527BFEA
 atau 
081 222 010 769 ( Ustd Sayiful bahri ) 
085 659 060 964 ( Ustd Dedy Rahmat )
Terima kasih semoga bermanfaat !

Anda yang Mau Bergabung bersama kami dengan yang lainya Menjadi
Santriwan Santriwati secara Online di 
AL-HIKMAH NURIMANI
MERAIH KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT
“Barang siapa yang berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat dan memelukNya”
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.