Jadilah Diri Sendiri

بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih 
lagi Maha Penyayang 

Jangan pernah mencoba untuk menjadi orang lain. Jangan pernah hanyut mengikuti trend orang lain, Sebab, hal itu akan menjadi boomerang dalam hidup Anda. Hal bodoh semacam itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang melupakan jati diri, suara, tingkah laku, ucapan, kecerdasan, dan potensi diri mereka sendiri, demi bisa meleleh dan larut dalam pribadi orang lain. Mereka terkesan memaksakan diri, membual, membakar diri dengan wujud orang lain, dan membunuh karakter dan fisik diri. Sejak dari jaman Adam sampai manusia terakhir tidak akan pernah ada dua orang yang sama. Lalu…. Mengapa mereka harus memaksakan diri untuk bisa sama dengan kecerdasan dan perilaku orang lain. Anda muncul sebagai sesuatu yang lain, tidak pernah ada orang seperti Anda yang lahir sebelumnya, dan didunia tidak akan pernah ada orang seperti Anda yang akan terlahir setelah Anda.

Anda tentu berbeda jauh dengan si A dan si B , janganlah menghimpun diri Anda dalam kawah kesamaan, kesepadanan, dan peleburan dengan pribadi orang lain. Banggalah dengan bentuk dan karakter Anda sendiri.

 وَإِذِ اسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ  مَشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.
( Qs. Al- Baqarah ( 2): 60).

ﻭَﻟِﻜُﻞٍّ ﻭِﺟْﻬَﺔٌ ﻫُﻮَ ﻣُﻮَﻟِّﻴﻬَﺎ ﻓَﺎﺳْﺘَﺒِﻘُﻮﺍْ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﺃَﻳْﻦَ ﻣَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍْ ﻳَﺄْﺕِ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّﻪُ ﺟَﻤِﻴﻌﺎً ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ

Artinya : Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
( Q.S Al- Baqarah : 148 )

Hiduplah apa adanya sebagaimana Anda telah dicipta, Jangan merubah suara Anda. Jangan mengganti intonasi suara Anda. Jangan merubah cara berjalan Anda. Kembangkan diri Anda secara alami. Namun, Jangan melalaikan eksistensi Anda. Jangan membunuh kemerdekaan diri Anda.  Anda memiliki cita sendiri. Anda memiliki rona sendiri. Saya ingin melihat Anda sebagai cita dan rona Anda sendiri karena memang Anda dicipta seperti ini dan kami kenal Anda seperti . ‘’ Janganlah seseorang menjadi bunglon.’’
Manusia, dengan karakter masing-masing, seperti pepohonan, ada yang manis ada yang asam, ada yang tinggi ada yang rendah, demikianlah mereka seharusnya. Kalau Anda sebagai pisang, maka janganlah merubah diri menjadi jambu karena keelokan dan nilai terletak ketika Anda menjadi pisang. Perbedaan warna kulit , bahasa, kecerdasan, dan kemampuan kita merupakan salah satu ayat ‘ tanda kekuasaan’ sang pencipta, jangan pernah menafikan ayat ini.


NB: Jika anda membutuhkan bimbingan kami dan didoakan secara khusus di Mazelis AL-HIKMAH Nurimani di tempat kami  UNTUK MEMBANTU MENYELSAIKAN MASALAH yang sedang anda hadapi  atau anda Punya masalah lain yang mengangu kehidupan anda, seperti sakit medis dan non medis sihir, guna-guna atau santet :
HUBUNGI KAMI
Ibu Dewi :  BBM 
5527BFEA
atau 081 222 010 769 ( Ustd Sayiful bahri ) 
085 659 060 964 ( Ustd Dedy Rahmat )
terima kasih semoga bermanfaat !
  


Anda yang Mau Bergabung bersama kami dengan yang lainya Menjadi Santriwan Santriwati secara Online di AL-HIKMAH NURIMANI
MERAIH KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT
“Barang siapa yang berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat dan memelukNya”
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.