Merubah Musibah menjadi Nikmat

            

Jika orang  yang bisa melakukan empat hal, ia dapat kebaikan dunia akhirat: Hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, badan yang tabah pada cobaan, dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya.


Allah berfirman:’’ Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan ( tidak pula)  pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab ( luhul mahfuj ) sebelum kami menciptakannya.( Qs. Al- hadid ( 57 ):22). Tinta pena penulis nasib kini telah kering. Buku catatan nasib telah tertata di rak. Ketentuan jalan hidup telah di putuskan. Garis laku hidup telah ditetapkan. Kita hanya tinggal menerima garis hidup dari Allah. Apapun yang menimpa Anda bukan dimaksudkan untuk tidak ditimpakan pada Anda. Apapun yang tidak ditimpakan pada Anda. Bukan di maksudkan untuk ditimpakan pada Anda. Jika keyakinan ini benar-benar tertanam dalam diri Anda dan menempel kuat di dinding memori Anda, maka musibah akan berubah menjadi nikmat, ujian menjadi anugrah, dan semua yang menimpa akan berubah menjadi prestasi dan medali, “barang siapayang di kehendaki Allah untuk mendapatkan kebaikan, maka Ia akan memberikannya.’’ Semua nestapa yang menimpa Anda, baik berupa sakit, kematian anak, kerugian finansial, atau rumah terbakar, semua telah di gariskan Allah, ketentuan tuhan telah menjadi kenyataan, dan inilah yang terbaik bagi kita di mata Allah, Allah yang menentukan segalanya yang terbaik. Keyakinan ini akan berubah pahaladi sisi-Nya dan pengampunan dosa,

             Kami ucapkan selamat kepada orang yang sedang ditimpa bencana atas kesabaran, dan keridhan mereka kepada Yang Maha Mengambil, Maha Memberi, Maha Menggenggam, dan Maha Meluaskan.’’ Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbutnya, dan merekalah yang akan ditanyai.’’ ( Qs.- Al- Anbi-ya’ ( 21 ):23 ). Seluruh urat syraf Anda tidak akan mengendor, kegelisahan Anda tidak akan mereda, dan bisikan-bisikan syaitan tidak akan pergi dari diri Anda sebelum Anda  bener-benar beriman dengan qadha’ dan qadar. Tinta pena untuk menuliskan jalan hidup Anda telah mengering; diri Anda tidak dapat membuang nestapa. Jangan pernah mengira semua yang Anda miliki dapat menunda tembok yang memang akan runtuh, menahan air yang memang akan tumpah, mencegah angin yang berhembus, menjaga kaca yang akan pecah, sungguh tidak mungkin, walaupun saya tidak suka dan mungkin Anda juga tidak akan suka. Semua yang telah digariskan akan menjadi kenyataan. Semua yang telah ditentukan akan terjadi. Semua yang telah ditetapkan pasti akan terlaksana.’’ Maka barang siapa yang ingin ( beriman ) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin ( kafir ) biarlah ia kafir’’. ( Qs. Al-Kahfi ( 18 ): 29 ).

              Pasrahkan seluruh hidup Anda pada ketetapan Allah sebelum segudang kemurkaan, kemaraah, dan kekesalan ditimpakan pada diri Anda, pahami benar qadha Allah sebelum aliran penyesalan menimpa Anda. Oleh karena itu, tenangkan diri Anda ketika Anda memang telah menjalankan sebab dan mencurahkan segenap kekuatan Anda, namun hal yang Anda takuti terjadi, Inilah yang memang seharusnya terjadi, Jangan berkata,’’ Kalau saja aku melakukan begini begini, maka pastilah akan begini begini,’’tetapi katakanlah,’’ Allah telah menentukan hal ini terjadi. Apa yang ia kehendaki pasti ia lakukan.’’

Disaat seseorang mendapatkan musibah, banyak diantara mereka yang berburuk sangka pada Allah. Ia menggerutu dan tidak sabar serta mengatakan “ kenapa Allah memberi saya musibah ini !. Padahal saya tidak melaksanakan dosa pada Allah Ta’ala”. Dia tidak sadar bahwa musibah tersebut adalah penghapus dosa-dosanya di dunia dan menaikkan derajadnya.

Yang lainnya ada juga kelompok yang selalu melakukan kemaksiatan dan perbuatan dosa pada Allah Ta’ala. Saat musibah menghampirinya, ia berbaik sangka pada dirinya. Ia meyakini bahwa musibah tersebut adalah sarana menaikkan derajadnya, sebagaimana musibah yang menimpa para nabi dan orang-orang shalih. Ketahuilah wahai saudaraku. Ini buah dari ketidaktahuan mereka terhadap tujuan dari musibah.
Kita harus jeli melihat diri kita. Apakah ujian yang menimpa kita sebagai peringatan atas dosa-dosa kita, atau ia sebagai sarana untuk menaikkan derajad kita dihadapan Allah Ta’ala. Jika ujian menghampiri pada saat kita melakukan dosa, ketahuilah, ia adalah peringatan dan hukuman. Tetapi jika musibah datang saat kita melakukan ketaatan dan mengamalkan islam kita, insyaAllah ia adalah sarana untuk menaikkan derajad kita, jika kita bersabar dan mengharap pahala dari-Nya.

Sebagai penutup, marilah kita renungi perkatan Ibnul Qoyyim dalam al jawabul kaafi. Beliau berkata : Disinilah permasalah yang sangat rumit dalam masalah dosa. Yaitu mereka yang tidak dapat merasakan akibat dosa pada dirinya. Dan kadang-kadang hukuman dari dosa itu diakhirkan sehingga mereka lupa. Persis sebagaimana perkataan sya’ir :

Jika tidak berdebu tembok saat dipukul
Maka tidak lagi ada debu setelah pukulan tersebut.

SubhanaAllah. Berapa banyak nikmat yang hilang dari kita?. Dan berapa banyak musibah yang menimpa kita?. Tetapi sedikit yang sadar dari kita bahwa itu adalah peringatan dari Allah agar kita kembali pada-Nya. Kembali pada jalan yang lurus dan bertaubat atas dosa-dosa kita.
Jalan yang diajarkan syariƔt islam adalah jalan yang paling tepat dalam pengerjaan ibadah kepada Allah. Karena itu bertaqwallah kepada Allah dan hendaklah istiqomah dalam mengerjakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya dan kuatlah dalam menjalaninya.
Semoga Allah Ta’ala menfaqihkan kita pada musibah yang menimpa kita

Untuk Informasi langsung :
BBM  :    d926340c                ( Ibu Dewi ) 
WA     :    085 624 731 464     ( Ustd.  Syaiful Bahri )
SMS   :    0822 1440 6816      ( Ustd.  Dedy Rahmat )
email  :    denganridhonya@gmail.com 


Paling diminati :
Di Doakan Secara Khusus   Klik Disini »  ·   Pengobatan Alternatif  Penyakit Medis & Non Medis    Klik Disini »  ·  Terapi Air  Hikmah   Klik   ·   Tasbih Laduni    Klik Disini »  · Menjadi Santri Online  Al-Hikmah Nur Imani   KlikDisini »   · Berkunjung ke Al-Hikmah Nur Imani  Untuk Konsultasi Langsung.  Klik    ·  Ruwat Rumah & Kendaraan   Klik    ·  Ruqiyah Jarak Jauh   Klik  ·  Membuka Aura Diri   Klik  
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.