Syukur Dan Sabar


Apabila kita menangisi masa lalu dengan penyesalan dan kekhawatiran buat masa depan, maka kita tdk mempunyai waktu untuk bersyukur di hari ini.

Syukur dan sabar merupakan kunci bagi meningkatnya keimanan seseorang pada Allah Swt, Berbagai sarana telah disediakan berbagai tumbuhnya rasa syukur  dan sabar dalam diri, baik merupakan kenikmatan ataupun ujian, bertafakkur terhadap berlikunya  nilai hikmah, evaluasi diri dan melihat dari dekat ujian yang ditimpakan pada para mustad ‘afiin, tuntunan menyempurnakan ikhtiar , husnuzhan kepada ALLah dan lain-lain.

Syukur dan sabar juga merupakan sarana meningkatkan kualitas diri agar lebih berharga dalam  pandangan  ALLah SWT. Seseorang  yang  pandai  bersyukur akan senantiasa bertahtakan  kesabaran, meski berada dalam  ujian penderitaan. Apapun yang kemudian  mereka  dapatkan , mereka kembalikan kepada yang memberikan semua itu, mereka kembalikan kepada yang memberikan semua itu , ALLah SWT. Dia sendiri memberi tanda kepada  golongan orang-orang seperti ini, sebagaimana  firman nya;’’[yaitu] orang-orang yang apabila  ditimpa musibah , mereka mengucapkan ‘inna lillaahi wa inna liaihi raaji’uun’’’[AL-Baqarah [2];156]

Ketebatasan harta bagi mereka bukan sebuah bencana yang akan menghancurkan hidupnya, tetapi lebih merupakan  ujian yang dijanjikan  ALLah SWTyang akan berbuah  pada meningkatnya kualitas iman dalam diri . rasa sakit yang begitu  pedih  akan senantiasa  ia sikapi dengan penuh  kesabaran sebagaimana  Nabiyullah Ayub AS. Ketika menyikapi hal tersebut , ia yakin bahwa sakit merupakan  ujian ALLah SWT yang akan berubah pada bergugurannya  dosa-dosa yang dimilikinya, sehingga kelak mereka mendapatkan  keberuntungan  memasuki surga ALLah hisab, subhaanallah.

Keindahan orang-orang yang memiliki pribadi syukur  dan sabar akan tampak  dalam pola hidup kesehariannya. Ia tidak akan  memiliki sikap sombong meskipun bergelimpangan harta  dan kemewahan. Pribadinya terasa sejuk  dan penuh  keakraban. Namun demikian , ia juga penuh  dengan kegigihan  untuk tetap berjuang  di jalan ALLah  untuk meraih  keridhaan-nya . taka da kebenciaan diantara mereka . kalaupun mereka menemukan hal , yang satu sama lain kurang berkenan,mereka akan lebih memilih saling  memberikan taushiah [berwasiat] dengan penuh kebenaran  dan kesabaran , sebagaimana firman ALLahSWT dalam surat AL-Ashr ayat 3;’’ kecuali orang-orang yang beriman  dan beraamal shalih serta saling berwasiat dalam kebenaran  dan kesabaran.’’sungguh indah pribadi-pribadi yang memiliki sifat syukur dalam dirinya, sehingga tidak tampak sama sekali  dalam dirinya , penyesalan dalam penderitan, rasa putus asa dalam ujian , ingin berontak ketika diharuskan  taat pada syari’at . karena keindahan pribadinya, ALLah merelakan diri-nya duduk bersama  golongan orang-orang seperti ini.FIrman  ALLah SWT,’’ sebagai nikmat dari kami. Demikianlah kami memberikan balasan  kepada orang-orang  yang bersyukur’’ [QS-ALQamar [54];35] pada surat lain ALLah SWT juga berfirman ,’’….sesungguhnya ALLah bersama orang-orang yang bersabar’’ [QS. AL-BAqarah [2]; 153]

Berbeda sekali dengan orang-orang yang tidak mampu bersyukur dan bersabar  atas nikmat dan ujian  yang datang  dari ALLah. Nikmat dunia yang melimpah mereka yang anggap semat-mata karena hasil usaha  dan kerja keras yang mereka lakukan sendiri. Gelimangnya  harta bagi mereka sikapi dengan pesta pora  menikmati keindahan dunia, yang sesungguhnya fana. Berkurangnya harta dunia membuat golongan  orang-orang yang seperti ini tidak tenang,, cemas dan tidak menentu. Mereka menganggap bahwa kesenangan  yang sesungguhnya hanya dapat diukur dengan harta  yang banyak dan melimpah, sehingga mereka merasakan kebinungan yang amat sangat ketika harta dunia  tiada dalam genggamannya.

                Kesehatan fisik yang dimilikinya  tidak mereka sadari sebagai karunia sang maha pemberi nikmat, sehingga mereka pergunakan untuk bermaksiat terhadap ALLah . mereka sama sekali tidak  menyadari  bahwa kesehatan yang ada dalam genggammannya suatu saat akan hilang dan berganti menjadi rasa sakit. Mereka juga tidak menyadari bahwa  nikmat-nikmat lain yang selama ini diterimanya akan dihisab kelak di akhirat.

          Sungguh nista perilaku orang-orang  yang tidak mampu bersyukur  akan nikmat yang  telah  diberikan  ALLah.belum lagi ketika mereka ditimpa dengan ujian. Sakit yang diderita  mereka sikapi dengan keluh kesah yang berkapanjangan, dan putus asa  seolah tiada akan berkesudahan. Ujungnya,hanya penderianlah yang akan dirasakan oleh orang-orang  seperti ini sekecil apapun rasa sakit yang dideritanya , akan terasa berat  dan membebani dirinya.rasa sakit yang sesungguhnya  ringan mereka dramatisir sedemikian rupa  seolah sebuah sakit .


Seseorang mulia bukan karena apa yang dimilikinya tapi karena pengorbanannya untuk memberikan manfaat bagi orang lain.


Baca Juga :
Di Doakan Secara Khusus Untuk Menyelsaikan Masalah anda KlikDisini 
Tasbih Laduni Klik Disini  
Cara Meraih Kesuksesan dalam Kerejekian   Klik disini  
Ijazah Hizib Para Wali  Klik Disini  
Kumpulan Ilmu Hikmah Gratis  Klik Disini  
Nama nama Ilmu Hikmah  Klik Disini  
20 Manfaat dari Infak dan Sedekah  Klik Disini    

PERHATIAN: Bagi anda yang mengingikan dan mau mengamalkan Ilmu Ilmu Hikmah ini, yang penting anda mau mengeluarkan Shodaqoh seiklasnya, untuk perjuangan dakwah islamiah bersama Al-Hikmah Nur Iman dan berbagi kepada Fakir Miskin dan Anak Yatim dan Fisabillilah, Ilmu Hikmah yang anda inginkan   akan kami berikan kepada anda.

Shodaqoh anda adalah ibadah anda.
Hasilnya akan kami Sumbangkan !!!
Untuk Perjuangan dakwah Islamiyah
Problematika Umat Islam Indonesia klik disini


Penyaluran Zakat, Infaq dan Shodaqoh  Klik disini   

Anda yang Mau Bergabung bersama kami dengan yang lainya Menjadi Santriwan Santriwati secara Online di AL-HIKMAH NURIMANI
MERAIH KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT
“Barang siapa yang berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat dan memelukNya”
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.