Jalani Hidup Seperti Lebah


 Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya) .”
(HR. Ahmad, Al-Hakim dan Al-Bazzar)

Lebah bekerja sesuai amanah yang diembankan kepadanya. Lebah juga hidup secara berjama’ah/berkelompok sehingga menjadikannya kuat dan tidak mengganggu selagi ia tidak diganggu. Begitu pula seharusnya kehidupan mukmin, yang menjadikannya kuat apabila berjama’ah dan merasakan sakitnya penderitaan sesama muslim.

Hadits Rasul Saw. yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir ra. berbunyi:
.Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayangi dan saling cinta adalah

seperti satu tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sulit tidur dan demam.
(HR. Muslim No.4685)

Keramahan tidak akan pernah hinggap di suatu tempat kecuali ia akan menghiasinya dan ia pun tidak pergi dari sesuatu kecuali akan merusaknya. Bertutur kata yang baik, tersenyum tulus kepada sesame, dan menyampaikan sapaan yang baik ketika bertemu merupakan perhiasan emas yang dibordirkan pada kain yang  dikenakan orang-orang yang bahagia Semua itu juga menjadi karakter seorang muslim, Laksana seekor lebah yang makan dari yang baik dan berprilaku baik. Ketika hinggap diatas bunga, lebah ini tidak akan merusakanya karena Allah memberikan kebaikan kepada orang yang memiliki kelembutan dan tidak memberikannya kepada orang yang kejam. Ada sekian banyak orang yang kedatangan mereka membuat leher-leher terjulurkan, semua mata keluar karena ingin melihat, semua hati menyambut, semua ruh ingin mengiringi, karena ucapan cara mereka bertemu dan berpisah di sukai semua orang.

Cara mencari kawan merupakan cabang ilmu yang hanya dimiliki orang-orang yang ramah dan baik.mereka selalu dan selamanya dikelilingi orang layaknya bulan dikelilingi cahaya. Jika hadir, mereka menjadi sumber kegembiraan dan cengkrama. Jika pergi, mereka selalu di tanyakan dan di doakan. Kami terjaga para rombongan terpejam Dan malam begitu larut engkaulah bahan pembicaraan kafilah itu di setiap persinggahan.

            Orang-orang yang bahagia ini memiliki landasan akhlak yang tertuang dalam,: Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah ( kejahatan itu ) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.’’ ( Qs. Fushilat ( 41 ): 34) Mereka selalu meredam dendam dengan kelembutan mereka yang mengsalutkan, dengan kasih sayang mereka yang sangat, dan jiwa pemaaf mereka yang tulus. Mereka dengan senang hati merupakan kejelekan orang lain dan mengabadikan kebaikannya. Mereka sering mendapatkan ucapan yang tidak enak didengar, namun tidak pernah masuk dalam telinga mereka, bahkan pergi jauh takkan kembali lagi. Mereka selalu merasa tentram. Orang lainpun merasa aman bersama mereka. Orang-orang islam selamat dari gangguannya. ‘’ seorang mislim adalah orang yang orang-orang islam lainya selamat dari lidah dan tangannya. Seorang mukmin adalah seseorang yang orang-orang mukmin lainya merasa aman terhadap darah dan hartamereka dari ulahnya.” Allah telah memerintahkan kepadaku untuk menyambung persaudaraan dengan orang yang memutuskan persaudaraan  denganku, memaafkan orang yang telah menganiayaku, dan memberi orang yang tidak mau memberiku.

          “ Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan ( kesalahan ) orang. ( Qs Ali Imran ( 3 ): 134). Berilah kabar baik kepada mereka dengan balasan didunia berupa ketentraman hati, kebahagian jiwa, dan ketentraman perasaan. Barang siapa yang mau berdamai dengan orang lain, maka ia akan selamat dari cela mereka. Dia akan tidur dengan penuh bahagia dan nyenyak. Gembiralah mereka juga dengan pahala akhirat yang besar di sisi Tuhan Yang Maha pengampun, dalam kebun dan sungai, dalam tempat duduk kaum jujur di sisi sang Raja Yang Mahakuasa.

Seperti itulah manusia seharusnya taat akan perintah dan ketetapan Allah Swt. maka kepatuhannya menghasilkan madu yang manis, berkualitas dan bermanfaat. Apabila manusia menaati Allah Swt. maka manusia akan menghasilkan buah karya yang luar biasa, menjadi seseorang yang memberi manfaat kepada orang lain dan meraih ridho Allah Swt.

Wallaahu a’lam bish-shawaab

PERHATIAN :
Bagi anda yang sedang Mengalami sakit dan lagi berusaha untuk menyembuhkanya tapi tidak kunjung sembuh dan ke Medispun sudah tidak sanggup lagi, apapupun bentuk penyakit anda dari yang aneh sampai santet ataupun guna guna Segera:

Untuk Informasi langsung :
Call : 0822 1440 6816  ( Ustd Syaiful Bahri )
          0857 2113 2691  ( Ustd Dedi Rahmat )
          Ibu Dewi :  BBM 5527BFEA 

terima kasih semoga bermanfaat !
  

Anda yang Mau Bergabung bersama kami dengan yang lainya Menjadi Santriwan Santriwati secara Online di AL-HIKMAH NURIMANI
MERAIH KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT
“Barang siapa yang berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat dan memelukNya”
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.