Jangan Takut Menghadapi Penagih hutang

Setiap orang memiliki rasa takut. tapi orang-orang besar belajar memberanikan diri menghadapi rasa takutnya. 

Jaman dahulu orang memiliki hutang adalah sebuah aib yang mesti ditutupi. Hutang adalah masalah privasi tak boleh banyak orang tahu. Tapi di jaman sekarang ini. Dengan mudahnya orang punya kredit motor-mobil-rumah-HP-furnitur. Dan itu bila berjalan baik dapat mengembangkan ekonomi keluarga atau bisnis kita. Tapi Masalahnya acapkali pas berhutang kita kurang perhitungan terlalu berani dalam berhutang sehingga jumlah hutang itu melampui batas kemampuan kita membayarnya.  Akhirnya munculah masalah kita tidak bisa membayarnya atu menyicilnya, Sehingga membuat kita cemas. Tidak bisa tidur. Atau bila tidur pun dihantui dikejar-kejar kolektor hutang. Dari yang menagih dengan amat halus sampai yang amat keras. Bahkan terbilang kasar. Sampai meneror seisi rumah. Seisi kantor atau muncul di tempat-tempat umum. Menakuti nyali siapapun yang mengaku berani. Ketika memiliki hutang tiba-tiba saja, keberanian itu seperti mabur begitu saja. Karena perasaan bersalah acapkali membuat logika menjadi buntu.

Masalah hutang memang sering membuat kita termenung . Takut akan esok hari dimana masalah itu akan kita hadapi.
Kita boleh sedih, cemas, khawatir, dan bahkan stres terhadap masalah yang kita hadapi. Tapi yang perlu kita ketahui adalah segala bentuk pikiran negatif itu hanyalah dalam pikiran saja. Bisa jadi yang kita khawatirkan itu tidak akan terjadi. Dan kalau pun masalah itu terjadi masalahnya tidak sama persis seperti yang kita pikirkan, oleh karena itu masalah hutang itu janganlah terlalu banyak dipikir pikir karena yang terlintas dalam pikiran anda pastilah bukan solusi yang dipikirkan melainkan yang muncul adalah :
Bagimana bila penagih datang bentak bentak saya,…
Bagaimana tetangga melihat dan pastilah saya malu,… 
Bagaiman bila mereka mecaci maki saya,
Bagaiman bila rumah disegel,
Bagaimana bila saya harus meninggalkan rumah karena di eksekusi pihak bank, dan bagaimana…bagaimana…dan seribu bagimana yang akhirnya merusak pola pikir sehat anda,

Ingat saudaraku, sebelum anda memikirkan masalah itu, pihak rentenir maupun bank atau lembaga keuangan yang meminjamkan uang jauh jauh hari sudah memikirkan itu, bagaimana bila sinasabah atau peminjam uang tidak bisa mengembalikan uangnya apa yang mereka lakukan, sedangkan kekuatan hukum yang mengikat itu semuanya adalah sebuah pejanjian yang bernaung di lembaga hukum perdata yang selalu diselsaikan secara kekeluargaan, yang salah salah dalam bertindak bisa bisa yang meminjamkan uang bisa masuk penjara anda yang selamat,

Intinya: yang paling takut dengan keadaan masalah hutang ini adalah orang yang punya uang, karena takut uangnya gak kembali dan hilang, walaupun anda dilaporkan ke polisi atau lembaga hukum pidana karena anda tidak bisa membayar hutang  jawaban polisipun hanya menyalahkan yang punya uang kenapa anda kasih pinjam !!!

Terus bagaimana dengan saya yang menjaminkan rumah atau barang ke bank atau kridit motor mobil karena belum bisa nyicil, rumah mau dieksekusi, motor mobil mau diarik lagi,
ya sama juga ada aturan main dan tidak semudah yang anda bayangkan,

Dari pada anda bepikir yang tidak tidak  tentang masalah hutang ini apalagi mau menghindarinya itu yang justru diharapkan yang punya uang supaya ada dasar menyalahkan anda, lebih baik tanamkan keberanian niatkan yang kuat untuk bisa bayar hutang sebelum bisa bayar hadapilah semuanya dengan tenang dan ikutilah cara cara menghadapi penagih hutang :

Bila mereka datang ke rumah :
Berdoalah :


Allahu Latiifun bi ‘Ibaadihi yarzugu man yasyaa-u Wa Huwal Qowiyyul Aziiz
(Bacakan 7x dan Bayangkan wajah orang yang nagih sedalam dalamnya.)

Artinya: 

Allah Maha Lembut kepada hamba-hambaNya; Dia memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendakiNya (menurut peraturan yang telah ditetapkan), dan Dia lah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa

Lalu ..
Sapa lah dengan santun dan minta mereka menunjukkan identitas dan surat tugas. Tanyakan kepada mereka siapa yang menyuruh mereka datang dan minta nomor telepon yang memberi tugas para penagih utang ini.  Jika mereka tak bisa memenuhi permintaan Anda dan Anda ragu pada mereka persilakan mereka pergi. Katakan, Anda mau istirahat atau sibuk dengan pekerjaan lain.

Jika para penagih utang bersikap santun, jelaskan bahwa Anda belum bisa membayar karena kondisi keuangan Anda belum memungkinkan, Sampaikan kepada penagih utang bahwa Anda akan menghubungi yang terkait langsung dengan perkara utang piutang Anda, Jangan berjanji apa-apa kepada para penagih utang.

Jika para Penagih utang mulai berdebat meneror persilakan mereka keluar dari rumah Anda. Hubungi pengurus RT, RW, atau polisi. Sebab ini pertanda buruk bagi para penagih utang yang mau merampas mobil, motor atau barang lain yang sedang Anda cicil Pembayarannya.

Jika para penagih utang berusaha merampas barang cicilan Anda, tolak dan pertahanan barang tetap di tangan Anda. Katakan kepada mereka, tindakan merampas yang mereka lakukan adalah kejahatan. Mereka bias dijerat Pasal 368 ayat (1) KUHP, Pasal 365 KUHP junto Pasal 335 ayat (1) KUHP. Dalam KUHP jelas disebutkan, yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan. Jadi, apabila mau mengambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari pengadilan negeri. Ingatkan kepada mereka kendaraan cicilan anda misalnya, adalah milik anda, sesuai dengan STNK dan BPKB.

Kasus ini adalah kasus perdata, bukan pidana.  Kasus perdata diselesaikan lewat pengadilan perdata dan bukan lewat penagih utang.  Itu sebabnya, polisi pun dilarang ikut campur dalam kasus perdata.  Kasus ini menjadi kasus pidana kalau para penagih utang merampas barang cicilan anda, meneror, atau menganiaya anda.  Untuk menjerat anda ke ranah pidana, umumnya perusahaan leasing, bank atau koperasi akan melaporkan anda dengan tuduhan penggelapan (Pasal 372 KUHP), agar tidak terjerat tuduhan penggelapan, barang cicilan anda jangan sampai digadaikan/dipindah tangan ke orang lain.

Jika para penagih utang merampas barang anda, segera ke kantor polisi dan laporkan kasusnya bersama sejumlah saksi anda.  Tindakan para penagih utang ini bisa dijerat Pasal 368 dan pasal 364 KUHP junto pasal 335 ayat (1) KUHP.

Jangan titipkan mobil, motor atau barang jaminan lain kepada polisi.  Tolak dengan santun tawaran polisi.  Pertahankan mobil atau barang jaminan tetap di tangan anda sampai anda melunasi atau ada keputusan eksekusi dari pengadilan.

Berkonsultasi hukumlah dengan Lembaga Perlindungan  Konsumen, komnas Perlindungan Konsumen dan pelaku Usaha atau badan Penyelesaian sengketa Konsumen.

Dan kami mengharapkan dari pada anda stress memikirkan masalah hutang lebih baik anda berpikir bagaimana kita mencari rejeki supaya kita bisa bayar hutang dan dapat menata hidup yang lebih baik
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.