Kenapa Hidup selalu terlilit hutang


Banyak diantara kita dalam hidup meremehkan hutang. Jika membutuhkan sesuatu (ingin meminjam) kita datang dengan menghiba, juga sikap yang manis. Tetapi ketika harus mengembalikan rasanya rugi dan berat. Ketika ada rezeki yang diberikan oleh Allah, kita tidak bersungguh-sungguh untuk mengupayakan menyelesaikan hutang-hutang kita. Kita lebih mendahulukan urusan lain, yang seringkali tidak penting. Sesungguhnya ini yang menjadi sebab musababnya. Karena Rasulullah Saw pernah bersabda:
“Barangsiapa berhutang namun tidak berniat (tidak bersungguh-sungguh) mengembalikannya, maka Allah akan mengahancurkan (kehidupan) nya.” (HR Bukhari)
Tidak jarang hal ini terjadi dari hutang-hutang yang kecil. Karena kita tidak berniat atau berusaha mengembalikannya, padahal Allah Swt sudah memberikan rezeki kepada kita untuk menyelesaikannya, sehingga akhirnya Allah menyempitkan kehidupannya karena hal tersebut.
Apa yang tengah anda alami saat ini merupakan takdir Allah swt atas anda dan dikarenakan apa yang telah anda lakukan yaitu mencari solusi dengan jalan berutang. Setiap manusia diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya, seperti halnya anda yang diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan apakah berutang atau tidak meskipun pada akhirnya anda mengambil pilihan untuk berutang.
Apa yang terjadi pada anda saat ini merupakan musibah dan ujian sekaligus. Musibah dikarenakan itu semua adalah hasil dari kehendak dan perbuatan anda sendiri dan tidaklah sesuatu di sebut musibah kecuali ia berupa ketidak-enakan, kesulitan, kesusahan atau sejenisnya sedangkan disebut ujian atau cobaan dikarenakan makna ujian atau cobaan lebih luas daripada musibah yaitu mencakup tidak hanya ketidak-enakan, kesulitan atau kesusahan tetapi juga mencakup kesenangan, kemudahan dan sejenisnya.
firman-Nya :
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
Artinya : “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura : 30)
Dan tidaklah ujian atau cobaan tersebut kecuali untuk memberikan kebaikan kepada anda manakala anda bersabar didalam menghadapinya dan berusaha mencari solusi atau jalan keluar yang tidak bertentangan dengan syariat.
Untuk keluar dari permasalahan berat yang tengah anda hadapi saat ini maka tidaklah ada yang terbaik anda lakukan kecuali mengembalikan semuanya kepada Allah swt, berserah diri dan bertawakal kepada-Nya.
Firman Allah swt :
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعونَ
أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Artinya : “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali). Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqoroh : 156 – 157)
Dan jangan lupa untuk terus berdoa kepada Allah swt agar dibebaskan dari utang-utang tersebut, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Said al Khudriy berkata,”Suatu hari Rasulullah saw memasuki masjid dan tampaklah seorang dari Anshar yang disebut dengan Abu Umamah. Lalu Nabi saw bertanya,’Wahai Abu Umamah, apa yang menyebabkanmu sehingga aku melihat dirimu duduk di masjid di luar waktu shalat ?’ Abu Umamah menjawab,’Kegundahan yang menimpaku serta utang-utang (ku) wahai Rasulullah saw.’ Rasulullah saw bersabda,’Maukah aku ajarkan kepadamu suatu perkataan yang jika engkau membacanya maka Allah akan menghilangkan kegundahanmu serta melunasi utang-utangmu?’ si perawi berkata,’Abu Umamah berkata,’Tentu wahai Rasulullah.’ Rasulullah saw bersabda,’Katakanlah pada waktu pagi dan petang (sore) :
اللَّهُمَّ إِنّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجزِ وَالكَسلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبنِ وَالبُخلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِن غَلَبَةِ الدَّينِ وَقَهرِ الرِّجَالِ،
(Wahai Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifah penakut dan kebakhilan. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang)
Abu Umamah berkata,’Aku pun mengamalkannya (doa) lalu Allah menghilangkan kegundahanku dan melunasi utangku.”
Kemudian hendaklah anda meningkatkan ketakwaan didalam diri anda dengan memperbanyak ibadah dan amal shaleh serta mencari solusi dengan cara-cara yang dibenarkan dan dihalalkan didalam syariat. Ketakwaan yang ada didalam diri anda adalah modal utama untuk bisa mendapatkan jalan keluar dari permasalahan dan kemudahan dari segala kesulitan yang tengah anda hadapi, sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya :
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thalaq : 2 -3)
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Artinya : “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaq : 4)
Wallahu A’lam



PERHATIAN :
Bagi anda yang sedang Mengalami sakit dan lagi berusaha untuk menyembuhkanya tapi tidak kunjung sembuh dan ke Medispun sudah tidak sanggup lagi, apapupun bentuk penyakit anda dari yang aneh sampai santet ataupun guna guna Segera:

Untuk Informasi langsung :
Call : 0822 1440 6816  ( Ustd Syaiful Bahri )
          0857 2113 2691  ( Ustd Dedi Rahmat )
          Ibu Dewi :  BBM 5527BFEA 

terima kasih semoga bermanfaat !
  

Anda yang Mau Bergabung bersama kami dengan yang lainya Menjadi Santriwan Santriwati secara Online di AL-HIKMAH NURIMANI
MERAIH KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT
“Barang siapa yang berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat dan memelukNya”
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.