Menandatangani Kerja Sama Proyek

Kepada yth :
Al-Hikmah Nur Imani
Beserta Team  Yang selalu diridhoi Allah
Amiin

Saya selalu bersyukur dan selalu ingat apa yang dikatakan para Guru dari Al hikmah Nur Imani
Allah selalu memberikan kemudahan dari setiap kesulitan. Selalu memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan. Di dalam surat Al-Insyirah ayat 5--6, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” Kemudahan ini Allah berikan untuk hamba-Nya sebagai rahmat yang tidak terhingga nilainya.

Rasa syukur yang tak terhingga saya  dan suami bisa dipertemukan  dengan Al-Hikmah Nur Imani tentu saja atas kehendakNya,
Alhamdulillah selalu ada hikmah dibalik musibah ,
Usaha semenjak itu lancrr, rejeki mengalir yang paling saya banggakan suami saya menjadi suami yang ahli ibadah menurut saya, tidak pernah meninggalkan Sholat, tahajud  infak dan shodaqoh yang di ajarkan oleh AlHikmah di jalankanya dengan baik dan benar,
Kadang bila ingat masa lalu sy bu, saya suka meneteskan air mata betapa pahitnya hidup di kala kita di uji Allah dalam kehancuran Usaha suami yang menelan kerugian hampir 6 milyar itu, apa yang akan kami perbuat waktu itu sungguh bingung dan tidak kebayang harus gimana,

Alhamdullilah semuanya Ada hikmah dibalik musibah kami bisa kenal dengan Al Hikmah Atas Ijin Allah Swt,  dan sampai sekarangpun kami masih ttp menjalankan amalan yang ibu dan al hikmah berikan walaupun seminggu sekali setiap malam jumat, Sedekah Infak Zakat kami selalu keluarkan dan kami titipkan di Al Hikmah Nur Imani , dan setiap malam jumat kami selalu minta di doakan khusus oleh para santri Al hikmah Alhamdulillah, hidup berkah dan barokah yang kami cita citakan sekarang sudah kami raih bu,,
Kami sangat banggan hidup bahagia tanpa  jeratan masalah hutang !!
Amiin ya Robb…
Sukes selalu Dkwah Al Hikmah Nur Imani

Salam rindu dari keluarga Alhikmah
Lydia Ambarwati & Suami
Ubud Bali 
lidya_ .........@yahoo.co.id
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.