Nanti akan Sedekah



Dengan Ridhonya -  seorang Pengusaha dari bali Klik disini
datang bersilaturahmi ke Al- Hikmah Nur Imani dan ketemu HM Rahmat Setiaji  pengasuh pesantren. Dia memang mempunyai masalah yang ingin berbagi dengan kami. kemudian berlangsunglah pembicaraan antara keduanya.

"Pak Kyai, saya datang ke sini mau minta bantu doa agar hajat
saya dikabulkan oleh Allah SWT." ujar si Pengusaha. "Memangnya saudara sedang punya hajat apa?" tanya Pak Kyai ringan. "Begini Pak Kyai ..., saya ini punya usaha di bidang batu bara. Saya sedang ikut tender di kalimantan. Doakan agar saya bisa menang tender itu...!" jelas si Pengusaha.

"Hmmmmm...." Pak Kyai hanya bergumam tanpa sedikit pun memberi tanggapan.
Entah apa gerangan, mungkin untuk meyakinkan Pak Kyai, tiba-tiba si Pengusaha menambahkan, "Tolong doakan saya dalam tender ini Pak Kyai, insya Allah seandainya saya menang tender, pasti saya akan bersedekah ke pesantren ini!"


Dahi Pak HM Rahmat Setiaji mengkerut mendengarnya. Raut muka beliau terlihat sepertinya agak tersinggung dengan pernyataan si Pengusaha.

Menanggapi pernyataan si Pengusaha, Pak Kyai yang asli jawa barat bilang, "anda  hapal surat Al-Fatihah...?!" 
Si Pengusaha menjawab bahwa ia hapal.
"Tolong bacakan surat Al-Fatihah itu! "pinta Pak Kyai.
"Memangnya ada apa Pak Kyai, kok tiba-tiba ingin mendengar saya baca Al-Fatihah?!" tanya si Pengusaha."
"Sudah baca saja... saya mau dengar!" tukas Pak Kyai.
Maka sang Pengusaha itu pun mulai membaca surat pertama Alquran. "Bismillahirrahmanirrahim...Alhamdulillahi rabbil alamiin...Ar rahmaanir rahiim... Maliki yaumiddiin... Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin..."
"Sudah-sudah cukup..., berhenti sampai di situ!" kata pak HM. Rahmat setiaji
Si Pengusaha pun menghentikan bacaan.
"Ayat yang terakhir anda baca itu mengerti tidak maksudnya?!" tanya Pak Kyai.
"Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin..., Pak Kyai?" tanya si Pengusaha menegaskan.
"Ya, yang itu!" jawab Pak Kyai.
"Oh itu saya sudah tahu artinya... kepada-Mu ya Allah kami mengabdi... kepada-Mu ya Allah kami
 memohon pertolongan!" tandas si Pengusaha.

Pak kyai lalu berujar enteng, "Oh, rupanya masih sama Al-Fatihah sampeyan dengan saya punya!"
Si pengusaha memperlihatkan raut kebingungan di wajahnya. "Maksud Pak Kyai...?!" tanya si Pengusaha heran.


"Saya kira Al-Fatihah sampeyan sudah terbalik menjadi iyyaka nasta'iin wa iyyaka na'budu!" jawab Pak Kyai.
Si Pengusaha malah bertambah bingung mendengar penjelasan pak kyai, ia pun berkata, "Saya masih belum mengerti Pak Kyai!"
Pak Kyai tersenyum melihat kebingungan si Pengusaha, beliau pun menjelaskan, "Tadi sampeyan bilang kalau menang tender maka sampeyan akan sedekah ke pesantren ini. Menurut saya itu mah iyyaka nasta'iin wa iyyaka na'budu. Kalau Al-Fatihah sampeyan gak terbalik, pasti sampeyan sedekah dulu ke pesantren ini, insya Allah pasti menang tender!"

Deggg! Keras sekali smash sindiran menghujam jantung hati si Pengusaha.
Ba'da dzuhur esok harinya, hape pak kyai berdering. Rupanya si Pengusaha tadi malam.
"Mohon dicek Pak Kyai, saya barusan sudah transfer ke rekening pesantren," kata si Pengusaha, sambil pamit lalu menutup telepon.
Sejurus kemudian Pak Kyai pergi ke bank membawa buku tabungan.
Usai dicetak lalu dicek, matanya terbelalak melihat angka 2 dan deretan angka 0 yang amat panjang. Hingga Pak Kyai merasa sulit memastikan jumlah uang yang ditransfer.
Pak Kyai pun bertanya kepada teller bank, "Mbak, tolong bantu saya berapa dana yang ditransfer ke rekening saya ini?"
Sang teller menjawab, "Ini nilainya 200 juta, Pak Kyai!"
Pak Kyai pun begitu sumringah. Seumur-umur baru kali ini ada orang menyumbang sebanyak itu ke Pesantrennya,berulang kali ucapan alhamdalah terdengar dari lisannya.
Malamnya lepas maghrib, Pak Kyai mengumpulkan seluruh ustadz dan santri di pesantren yatim kami
Mereka membaca Alquran, dzikir & doa yang panjang untuk hajat yang ingin dicapai oleh si Pengusaha.


Arsy Allah SWT malam itu mungkin bergetar. Pintu-pintu langit mungkin terbuka, sebab doa yang dipanjatkan oleh Pak Kyai & para santri yatim begitu khusyuk....
Seminggu berselang si Pengusaha menelpon Pak Kyai.
"Pak kyai, saya ingin mengucapkan terima kasih atas doanya tempo hari. Alhamdulillah, baru saja saya mendapat kabar bahwa perusahaan saya menang tender dengan nilai proyek yang cukup besar!!!"
Mendengar itu, Pak Kyai turut bersyukur kepada Allah SWT. Ia lalu bertanya, "Berapa nilai tender yang didapat?!"
"Alhamdulillah, nilainya Rp 9,8 milyar!" jawab si Pengusaha.
Subhanallah, begitu cepat & besar balasan Allah yang diterima Pengusaha itu. 

kami Alokasikan dana bantuan dari  pengusaha tadi untuk dijadikan Yayasan SMP dan SMA gratis 




itulah keajaiban yang Allah berikan kepada Pengusaha dari bali tadi  Klik Disini semuanya sungguh luar biasa 

Baca Juga : Keajaiban Sedekah

Info layanan kami :
     Di Doakan Secara Khusus   Klik Disini »  ·  Terapi Air  Hikmah   Klik Disini »     ·  Pengizajahan Ilmu Hikmah   Klik  Disini »   ·   Tasbih Laduni    Klik Disini » ·  Ilmu Rajah / Wifik   Klik  Disini »  · Milikilah Ilmu Hikmah Mencapai Hidup Berkah dan Barokah   Klik Disini »   ·   Anda ingin Menjadi Santri Online  Al-Hikmah Nur Imani   Klik Disini »   ·  Berkunjung ke Al-Hikmah Nur Imani  Untuk Konsultasi Langsung.  Klik Disini »

Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.