Pemahaman Azimat

AZIMAT adalah benda suci, sakral serta dikeramatkan. Mengapa bisa demikian?  Dibalik dari kesucian yang dimilikinya tersimpan energi ghaib atau supranatural yang dapat memberikan manfaat sesuai dengan fungsi azimat itu. Ada banyak fungsi dari azimat, mulai dari pengasihan, rezeki, kekebalan, pagar gaib, pelaris, pengembangan diri, penyembuhan dan lain sebagainya yang semua itu ditujukan untuk meningkatkan kwalitas  kehidupan manusia.
Sejauh ini masih ada pandangan miring tentang benda yang dikeramatkan yang mengatakan bahwa mengeramatkan benda berarti menyembahnya.  Ini karena minimnya pengetahuan mereka. Bukankan sejak zaman nabi juga ada air zam-zam dan hajar aswad, dimana keduanya sering diambil berkahnya? Memang menyembah benda apapun selain sang Pencipta adalah musyrik. Namun bagaimana jika kita memiliki pandangan seperti ini: Allah SWT adalah Maha Kuasa untuk menjadikan suatu benda memiliki kekuatan gaib. Apakah pandangan ini salah? Berbeda jika kita menganggap bahwa benda itu memiliki kekuatan gaib dengan sendirinya tanpa meanggap kekuatan itu dari Allah. Dari sini jelas, bahwa mengalap berkah dari Azimat adalh termasuk usaha batiniyyah, yaitu mengharapkan terkabulnya suatu hajat dengan mendekatkan diri kepada Allah. Pada dasarnya azimat atau jimat hanyalah sebagai suatu perantara untuk mendatangkan bantuan dari Tuhan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam diri seseorang sehingga kepercayaan yang dimilikinya tersebut mampu mendorong semangatnya untuk menjalani kehidupan di dunia ini.
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.