Info Terbaru:

Problematika Umat Islam Indonesia


Mengamati perkembangan kehidupan umat di Indonesia, khususnya yang kita saksikan melalui media, banyak persoalan-persoalan yang sangat ironis dengan harapan. Padahal fakta menunjukan berdasarkan data dari Kementerian Agama RI, jumlah umat Islam di Indonesia sekitar 207.176.162 jiwa mendominasi jumlah umat agama lain. Kemudian jumlah masjid se-Indonesia mencapai 700 s.d 800 ribu.
Lalu pondok pesantren tercatat kurang lebih 27.230 pesantren dengan jumlah santri 3.759.198 jiwa dan kiayi 153.276 jiwa dengan rasio 1 kiayi : 28 santri. Kemudian ditambah lagi jumlah madrasah berkisar 68.471 madrasah. Terakhir jumlah perguruan tinggi Islam yang tercatat di Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek mencapai 325 perguruan tinggi Islam negeri dan swasta.
Jadi, berdasarkan realita di atas harapannya kehidupan umat dapat kondusif sesuai dengan nilai-nilai Islam.Tetapi kenyataannya di lapangan, fenomena kuantitatif data tersebut tidak serta merta diikuti oleh tingginya moralitas atau karakter umat, dengan kata lain semakin banyak jumlah umat Islam, masjid, pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islam tidak diikuti oleh semakin baiknya kondusifitas kehidupan umat. Bahkan dapat dikatakan berbanding terbalik, artinya terjadi kemerosotan/degradasi moral di hampir semua lini kehidupan, baik lini pemerintahan maupun masyarakat secara umum.
Terangnya, umat tengah menghadapi problematika yang serius dengan indikator utamanya adalah krisis karakter yang dalam bahasa agamanya adalah akhlak yang semestinya dijadikan sebagai tolak ukur kemajuan suatu bangsa, tetapi malah menjadi salah satu indikator penentu kemunduran bangsa. Dalam hal ini, telah terjadi masalah yang merupakan kesenjangan antara harapan dengan kenyataan di lapangan.
Sebut saja misalnya pada lini pemerintahan dan parlemen telah banyak terjadi penimpangan-penyimpangan seperti korupsi, konflik internal partai yang tidak kunjung usai karena disebabkan adanya konflik kepentingan atau conflict of interest diantara elite-elite partai. Kemudian dalam tatanan kehidupan sosial banyak terjadi kriminalitas yang sering dipertontonkan media yang kadang-kadang media selain sebagai sumber informasi dapat juga menjadi sarana belajar praktik-praktik kejahatan seperti begal, gank motor, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, penyimpangan-penyimpangan dalam dunia usaha seperti makanan berformalin, saus, dll, narkoba, minuman oplosan yang melanggar hukum agama dan hukum Negara.
Bahkan merasuki dunia remaja seperti pornografi, seks bebas, tawuran, kekerasan fisik, dan kenakalan remaja lainnya sebagai dampak negative dari teknologi informasi dan komunikasi. Adalah sebuah kenyataan pula bahwa yang terjadi pada saat ini, adalah Islam begitu terpuruk, terpojokkan, dan terhinakan.
Apakah Islam sudah tidak mampu lagi menjadi solusi, apakah Islam sudah ketinggalan zaman ? kita semua tahu jawabannya adalah tidak. Kenapa…?, sebab Islam adalah aturan yang dibuat oleh yang menciptakan alam ini, yang memiliki alam ini, yang mengatur alam ini, yang memberikan kehidupan, yang maha tahu permasalahan yang akan terjadi pada ciptaannya serta tahu apa solusi atas permasalahan tersebut.
Benar apa yang disampaikan oleh salah seorang sahabat nabi, “ al Islam mahjubun bil muslimin “ yaitu Islam akan terhalang oleh umat Islamnya sendiri. Artinya bahwa maju mundurnya Islam dimuka bumi ini sangat ditentukan oleh umat Islam itu sendiri. Lalu masalahnya, apa yang menyebabkan Islam seperti saat sekarang ini,
Pertama, kebodohan umat Islam itu sendiri. Begitu banyak penomena kebodohan yang nampak saat ini, baik dari sisi akidah, ibadah ataupun akhlak. Sebagai contoh konkrit begitu merebaknya syirik, tahayul, khurafat dan sejenisnya, dalam hal ibadah, tidak sedikit umat Islam yang meninggalkan sholat wajib, puasa serta kewajiban ibadah yang lainnya. Al qur’an yang seharusnya jadi peganganpun mulai ditinggalkan, bahkan yang menjadi masalah terbesar adalah yang tahu kebenaran Islam, namun tidak mau diatur oleh Islam, naudzubillahimindzalik. Belum lagi perpecahan yang terus tumbuh subur dikalangan umat Islam.
Kedua, serangan dari musuh musuh Islam, sebagaiman yang yang Allah firmankan dalam Qs Al Baqoroh ayat: 120, “Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepadamu sehingga kamu mengikuti agama mereka”. Memang betul, begitu gencarnya usaha-usaha yang mereka lakukan untuk mengghancurkan umat Islam, baik dengan cara terang-terangan atau gerakan bawah tanah, kita saksikan begitu hebatnya invasi yang dilakukan negara negara yahudi pada negara Islam, bahkan tidak jarang kita lihat ikut campur mereka dalam urusan dalam negeri umat Islam, mereka terorganisir, terencana dan serius dalam usaha menghancurkan Islam di muka bumi ini.
Cara tersembunyi pun mereka lakuakan, kristenisasi begitu marak sekarang ini, bahkan mereka mengklaim bahwa jumlah umat nsarani di indonesia sekarang ini sudah lebih dari 15 persen dari penduduk indonesia. Bahkan kitapun secara tidak sadar sudah digiring pada agama mereka. Berapa banyak acara televisi yang secara tidak langsung adalah usaha mereka untuk memperkenalkan agama mereka, atau setidaknya menjauhkan umat Islam dari nilai nilai Islam.
Berbicara siapa yang salah adalah tidak menyelesaikan masalah problematika umat Islam Indonesia ini. Sekarang mari kita bercermin, apakah kita adalah bagian dari masalah umat ini ataukah kita bagian dari solusi atas permasalahan ini. Dan yang pasti kita adalah bagian dari umat Islam itu, kita harus memulainya dari kita sendiri, saat ini, dan dari hal-hal yang terkecil.
Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiknya kepada kita dan senantiasa istiqomah dalam meniti jalan mencapai surga-NYA juga pertemuan dengan-NYA. Amiin…! Terakhir, dari tulisan ini yang benarnya datang dari Allah dan yang salah adalah semata-mata kelalaian penulis sendiri, semoga Allah mengampuninya.
Waalahu ‘alam.
Oleh Ustadz Yudi Kristanto, M.Pd,
Dosen pengajar di universitas Muhammadiyah Jakarta. 

Baca Juga