Makna Dari Ilmu Hikmah

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS Al Bagarah,2:129)

Hikmah disini berasal dari kata al­-Hukmu yang bermakna penjelasan antara yang haq dan yang bathil. Ilmu Hikmah banyak sekali manfaatnya, mencakup segala urusan dunia dan akhirat. Ilmu Hikmah bisa untuk menyelesaikan berbagai macam masalah kehidupan, membantu kita kuat dalam mengarungi kehidupan yang penuh cobaan, merupakan sarana memohon perlindungan kepada Allah, mempermudah jalan usaha/rezeki kita, memperbaiki perilaku atau akhlak diri kita, mengubah perilaku buruk menjadi baik, menerangi hati yang gelap menjadi terang-benderang, memberi kegembiraan bagi yang sedih, memberi kekuatan bagi yang merasa lemah, membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT dan bisa juga sebagai sarana amal ibadah kesesama yang merupakan kewajiban kita sebagai muslim guna mendapatkan ridho Allah SWT sebagai penguasa langit dan bumi dengan ilmu Hikmah inilah kita mencapai derajat tertinggi sebagai khalifah dimuka bumi

Hikmah   dalam istilah syari'at dan pendapat  para ulama tafsir dalam masalah ini. Menurut kamus bahasa Arab, al- Hikmah mempunyai banyak arti. Di antaranya, kebijaksanaan, pendapat atau pikiran yang bagus, pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, peribahasa (kata-kata bijak), dan al-¬Qur'anul karim.  Sedangkan Imam al-Jurjani rahimahullah dalam kitabnya memberikan  makna al-Hikmah secara bahasa artinya ilmu yang disertai amal perbuatan. Atau perkataan yang logis dan bersih dari kesia-siaan.  Orang yang ahli ilmu Hikmah disebut al-Hakim, bentuk jamaknya  adalah al-Hukama. Yaitu orang-orang yang perkataan dan perbuatannya sesuai dengan sunnah Rasulullah.". (Kitab at-Ta'rifat oleh al-Jurjani: 96-97).

Al-Hikmah juga bermakna kumpulan keutamaan dan kemuliaan yang mampu membuat pemiliknya menempatkan sesuatu pada tempatnya , Al-Hikmah juga merupakan ungkapan dari perbuatan seseorang yang dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang  tepat pula.
Para ulama tafsir rahimahumullah juga mempunyai definisi masing- masing tentang ilmu al¬Hikmah.  Yang mana antar pendapat tersebut saling berkaitan dan melengkapi satu sama lain. Imam at-Thabari rahimahullah menambahkan, "Menurut kami, makna  hikmah yang tepat adalah ilmu tentang hukum-hukum Allah untuk hambanya yang beriman

Jika kita memperhatikan makna al-Hikmah dalam ayat-ayat al-Qur'an, maka akan kita jumpai mayoritas makna al¬-Hikmah adalah al-Hadits atau as-Sunnah. Mayoritas kata al¬Hikmah dalam ayat al-Qur'an disandingkan dengan kata al¬Kitab yang maksudnya adalah al-Qur'an. Perhatikanlah ayat-ayat berikut, misalnya: 

"Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni' mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat- ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan al-Hikmah (as-Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (QS. al-Baqarah: 151).

"Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. (QS. al-Ahzab: 34).

Di surat lain menjelaskan :
 "Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka,
yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang  nyata, (QS. at. Jumu'ah: 2).

Kita bisa memahami bahwa yang dimaksud dengan ilmu Hikmah adalah ilmu yang mempelajari al-Qur'an dan al-Hadits, yang mencakup cara bacanya dengan benar, pemahaman maksud dan apa yang dikandungnya, lalu mempraktikkannya dalam perkataan dan perbuatan. Apabila perkataan dan perbuatan kita berlandaskan pada dua kitab tersebut, maka kita tidak akan salah atau tersesat dari jalan yang benar
Rasulullah bersabda:
 "Telah aku tinggalkan pada kalian dua hal.
Kalian tidak akan tersesat selama masih berpegang teguh pada
keduanya, yaitu Kitabullah (al-Qur'an) dan sunnah nabi-Nya  al-
Hadits." (HR. Malik, no. 1395).

Itulah sedikit pemahaman mengenai ilmu hikmah, Sampai sekarang ilmu hikmah tersebut masih diamalkan di pesantren-pesantren tradisional. ini baik sekali, namun tentu saja sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sekarang ini. Yang mana manusia saat ini tidak punya banyak waktu luang karena kesibukan. Oleh karena itu, kami berusaha mengemas ilmu hikmah ini dalam format yang disesuaikan dengan kondisi jaman saat ini untuk bisa dipahami dimengerti dikerjakan dan diamalkan mengingat besar sekali manfaatnya dan kegunaanya bagi kehidupan manusia secara lahir dan bathin dalam menghadapi problema kehidupan sekarang ini. Amin

PERHATIAN : Bagi anda yang ingin mempelajari dan memahami ilmu hikmah karena faedahnya sangat besar sekali dalam menyelesaikan berbagai macam masalah kehidupan, membantu kita kuat dalam mengarungi kehidupan yang penuh cobaan, merupakan sarana memohon perlindungan kepada Allah, mempermudah jalan usaha/rezeki kita, memperbaiki perilaku atau akhlak diri kita, mengubah perilaku buruk menjadi baik, menerangi hati yang gelap menjadi terang-benderang, memberi kegembiraan bagi yang sedih, memberi kekuatan bagi yang merasa lemah, membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT dan bisa juga sebagai sarana amal ibadah kesesama www.denganridhonya.com  membuka ruang belajar ilmu hikmah secara online   Klik disini

·        Tasbih Laduni   »»» 
·        Uang Penarik    »»»

Paling diminati :
Di Doakan Secara Khusus   Klik Disini » Pengobatan Alternatif  Penyakit Medis & Non Medis Klik Disini » Terapi Air  Hikmah Klik  Tasbih Laduni Klik Disini » Menjadi Santri Online  Al-Hikmah Nur ImaniKlikDisini »  Berkunjung ke Al-Hikmah Nur Imani  Untuk Konsultasi Langsung Klik Ruwat Rumah & KendaraanKlik Ruqiyah Jarak Jauh Klik Membuka Aura Diri Klik 
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.