Sikapi Musibah Dengan Hikmah

Setiap Musibah yang datang kepada kita dalam hidup ini membuat kita keluar dari rasa tenang, damai dan nyaman. Musibah juga mempengaruhi pikiran, konsentrasi, kekuatan dan perasaan kita sampai kita dapat melepaskan diri darinya dengan cara-cara tertentu. Setiap musibah itu datangnya dari  Allah swt.  Hakikatnya, Allah swt mendatangkan musibah itu bukan kerana Dia zalim kepada kita. Akan tetapi, Allah Swt memberikan kita sesuatu musibah kerana Dia cinta pada kita. Dikatakan bahwa, Allah swt mencintai serta mengasihi seorang manusia, 70 kali lipat melebihi daripada cinta dan kasih seorang ibu kepada anaknya. Seandainya benar Allah swt menyayangi dan mengasihi kita,  sudah tentu di balik setiap musibah, ada tersimpan satu hikmah.  Allah memberikan kita musibah. Hakikatnya Allah sedang memeluk kita supaya selalu dekat dengan Nya, Apabila manusia ditimpa musibah manusia akan mulai mengingat Allah Swt. Manusia akan mencoba  mencari peluang agar selalu dekat denganNya. akan mulai menambahkan doanya. akan menambahkan amalnya. Sholat dan Zikirnya akan ditingkatkan serta kekhusyuan  akan menemani dalam setiap ibadahnya. itu naluri akal sehat. 

Rasulullah Saw diusir dari kota tempat tinggalnya terlebih dahulu baru kemudian ia membangun Negara di madinah yang memenuhi mata dan telinga sejarah. Iman Ahmad bin hanbal dipenjara dan didera hukuman terlebih dahulu, baru kemudian menjadi imam kaum ahlus sunnah. Ibnu taimiyyah dijebloskan ke penjara terlebih dahulu, baru kemudian memiliki segudang ilmu yang tak terkira. As- Sarkhasi dilemparkan ke dasar sumur tua terlebih dahulu, baru kemudian menghasilkan dua puluh jilid buku fikih. 

Ibnu Al- Atsir dilumpuhkan terlebih dahulu, baru kemudian ia susun kitab jami’ al- Ushul dan An-Nihayah yang menjadi kitab rujukan yang paling popular dan bermanfaat dalam bidang hadist dan sejarah. Ibnu Al- jauzi diusir terlebih dahulu dari Baghdad, baru kemudian ia susun kaidah qir’ah sab’ah. Malik bin Ar-Raib menderita demam hebat terlebih dahulu, baru kemudian ia kirimkan puisinya yang mengagumkan dan melenggenda di seluruh dunia hingga menyamai kumpulan-kumpulan puisi seluruh penyair Dinasti Abbasiyah. Anak-anak Abu Dzu’aib Al- Hadzali meninggal terlebih dahulu, baru kemudian ia ratapi kepergian mereka dengan elegi yang membungkam zaman, mencengangkan semua orang.

Apabila Anda ditimpa bencana, maka lihatlah sisi yang menyenangkan. Apabila ada orang yang memberi Anda segelas air jeruk yang masam, maka berilah semangkuk gula. Apabila Anda hanya diberi seekor ular, maka ambillah kulitnya yang harganya sangat mahal lalu buanglah sisanya. Apabila Anda tersengat kalajenking, maka ketahuilah bahwa itu memiliki daya tawar tinggi terhadap bisa ular. Beradaptasilah dengan lingkungan Anda yang sangat keras sehingga akan muncul bunga mawar dan melati yang semerbak. Bisa jadi Anda membenci sesuatu padahal Allah telah membuatkan berbagai kebaikan didalamnya. Sebelum mengalami revolusi besar, masyarakat paris mengalami penjara psiologis; antara optimis dan pesimis. Akhirnya, kedua sikap tersebut dapat mengeluarkan kepalanya, melongok dari teralis jendela penjara. 

Orang yang memiliki jiwa optimis akan memandang dan memperhatikan kerlip bintang kemudian ia pun akan tertawa. Sedangkan orang yang berjiwa pesimis akan memandang ke tanah di jalan dekatnya kemudian ia pun menangis. Ketika di timpa musibah, maka lihatlah dimensi yang lain; karena hal buruk yang murni keburukan belaka itu tidak ada. Akan tetapi, hal buruk yang menimpa kita itu sebenarnya mengandung kebaikan, keuntungan, kemenangan dari Allah, dan pahala.


Seorang mukmin yang mengaku beriman kepada Allah swt, pasti imannya akan diuji. apabila kuat menghadapi ujian tersebut, maka Allah swt akan naikkan darjatnya ke yang lebih tinggi. Seorang yang cerdas akan merubah musibah menjadi berkah. Dan akan menjadikan Hikmah dari setiap Musibah.

    ·        Mengatasi Masalah Hutang

Paling diminati :
Di Doakan Secara Khusus   Klik Disini » Pengobatan Alternatif  Penyakit Medis & Non Medis Klik Disini » Terapi Air  Hikmah Klik  Tasbih Laduni Klik Disini » Menjadi Santri Online  Al-Hikmah Nur Imani KlikDisini »  Berkunjung ke Al-Hikmah Nur Imani  Untuk Konsultasi Langsung Klik Ruwat Rumah & Kendaraan Klik Ruqiyah Jarak Jauh Klik Membuka Aura Diri Klik 
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.