Jangan Takut menghadapi Masalah



“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).

Apa pun kondisi Anda saat ini, jika Anda mau berubah, maka Anda harus mengubah diri sendiri. Maka Allah akan mengubah Anda. Inilah yang sering dilupakan, banyak yang berharap orang lain atau yang di luar berubah, tetapi melupakan diri sendiri yang diubah.
Ayat ini memotivasi kita untuk mengubah diri kita, maka yang lain akan berubah atas bantuan Allah. Jangan hanya menuntut yang di luar diri berubah.

Anda jauh lebih mudah mengubah diri sendiri, daripada mengubah orang lain. Ayat ini adalah motivasi untuk berubah.

Pada dasarnya semua orang hidup mengingkan dalam hidupnya itu selalu tentram,damai,bahagia segalanya tercukupi baik lahir maupun batin. Tapi untuk mencapai itu semua ternyata itu tidaklah mudah .Banyak pengorbanan yang harus dijalani dan tidak sedikit aral rintangan yang harus di hadapi. Orang Akan mudah tersenyum dan melangkah tanpa beban di saat dirinya berada dalam jalur aman, tentu segalanya akan menjadi mudah tapi apakah orang akan mudah menebar senyum di saat dia dihadapkan pada situasi yang bagi dirinya sangat sulit dalam arti luas sedang terpuruk ?,  yang ada adalah kesedihan, bingung, dan marah yang menyelimuti saat-saat Anda merasa terpuruk. Terutama ketika memikirkan masalah hidup yang tak kunjung reda. Anda jadi kurang makan,tidak bersemangat. Yang ada hanya kesedihan. Ini pasti menyakitkan, bahkan lebih menyakitkan disaat masalah semakin komplit oleh tekanan dan hinaan orang, lengkap sudah rasanya alam ini sudah tidak lagi berpihak kepada Anda, 

Tapi ingat :
”Jalan yang lurus dan rata takkan pernah menghasilkan pemandu yang hebat. Laut yang tenang takkan pernah menghasilkan pelaut yang cekap. Langit yang cerah takkan pernah menghasilkan juruterbang yang handal.”

Disaat seperti itu, yang harus anda lakukan adalah berhenti melangkah, diam dan tarik napas dalam dalam, jangan dipaksakan untuk terus melangkah karena dengan perasaan yang tidak power full, itu justru akan menambah lebar permasalahan anda,   lebih baik ambil langkah mundur kebelakang untuk ambil ancang-ancang guna menerjang dahsyatnya derita yang sedang anda hadapi, yakinkan diri bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa anda hadapi,  Tidak mungkin Allah Swt memberikan Ujian atau Coba’an kalau kita tidak mampu untuk mengatasinya, bersihkan niat, pusatkan hati, evaluasi diri, Renungkan dan fikirkanlah akan modal dasar yang sudah Tuhan berikan kepada diri anda, anda masih diberikan kesehatan, mempunyai dua mata, dua telinga, dua tangan, dua kaki Semuanya milik anda !!!  Renungkanlah  apa yang bisa anda lakukan disaat kaki anda lumpuh bisa dengan mudahkah anda berjalan? Masih bisakah tubuh anda bertopang kepada dua kaki anda ? masih bisakah anda tidur dengan nyenyak disaat mata anda sakit? Anda masih punya modal yang sangat berharga yang diberikan Tuhan Saudaraku.. Fikirkanlah beranikah anda menjual kedua mata dengan harga 100 Jt ? kedua kaki 100 Jt ?, kedua tangan dengan harga 100 Jt, telinga, hidung, mulut beranikah Saudaraku?? mungkin lebih dari 100 jt pun anda tidak mau, jadi berapa nilai kekayaan yang Tuhan berikan kepada anda untuk modal anda itu tidak ternilai Saudaraku… 

Allah Swt masih memberikan kesepurnaan kepada otak kita untuk befikir dan tidak mengalami kebodohan atau kegilaan, jadi apalagi yang membuat anda khawatir, takut, untuk melangkah anda pasti mampu !! anda pasti bisa !! apakah anda masih kurang yakin terhadap kemampuan anda ? ingat dari anda lahir sampai sekarang ini anda masih tegar anda masih bisa beselancar di dunia maya dan membaca tulisan saya ini sob.. semakin berat perjalanan hidup ini maka semakin dekatlah anda meraih keberhasilan hidup, pepatah mengatakan semakin tinggi pohon berdiri semakin besar terpaan angin, semakin tinggi anda melangkah semakin dekatlah puncak keberhasilan anda.

Semoga bermafaat

Untuk pengetahuan selanjutnya Klik link dibawah ini :
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.