Ujian dan Cobaan hidup


Dengan Ridhonya - Kita diciptakan oleh Allah swt. atas kehendak-Nya. Namun, di balik penciptaan itu, Allah akan menguji dan memberikan penghormatan besar kepada manusia. Jika manusia dapat bersabar dalam menghadapi ujian itu, maka Allah akan memuliakannya. Akan tetapi jika manusia tidak mau bersabar dan cenderung ingkar terhadap ujian Allah, maka Allah akan menghinakannya. Sebagaimana janji Allah dalam firman-Nya :

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.”
(QS. Al-Baqrah : 212)

Dalam Menjalani hidup harus didasari dengan kesabaran dan ketaatan kepada Allah swt. Sebab, pada hakikatnya hidup adalah cobaan. Kebaikan yang kita terima dan keburukan yang kita alami semata-mata hanyalah cobaan dari Allah swt.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu akan dikembalikan.”
(QS. Al-Anbiya’ : 35)

Barangsiapa yang sabar dalam menghadapi ujian ini, maka ia akan memperoleh kehidupan yang hakiki dan mulia di sisi-Nya. Namun, jika ia tidak mau bersabar, maka Allah swt. akan menghinakannya. Sebab, Allah swt. hanya akan memandang amal dan keikhlasan kita dalam menjalani hidup, bukan kemewahan dan kesombongan kita.

Kita hidup di dunia hanya untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah yang dimaksud di sini bukan hanya ibadah yang bersifat ‘ubudiyyah saja, akan tetapi ibadah yang bersifat ‘amaliyyah juga. Ibadah yang bersifat ‘ubudiyyah seperti menjalankan shalat, puasa, haji, zakat dan lain-lain. Sedangkan ibadah yang bersifat‘amaliyyah seperti sedekah, membantu orang lain, bekerja untuk membiayai keluarga, menuntut ilmu dan lain-lain. Semua itu akan bernilai ibadah manakala diniatkan untuk beribadah atau mengabdi hanya kepada-Nya.

Itulah ujian yang terkadang menimpa kita. Akan tetapi yakinlah bahwa Tuhan, Allah SWT menguji umatnya sesuai dengan kadar kemampuannya masing-masing  Semakin tinggi tingkat kehidupan seseorang, maka semakin tinggi tanggung jawab dia. Semakin tinggi tanggung jawab, semakin tinggi ujian Tuhan berikan. Semakin tinggi jabatan, semakin tinggi tanggung jawab dan ujian. Semakin tinggi suatu pohon tumbuh semakin kencang angin menerpanya

Marilah kita menjadi muslim dan Mukmin dengan menganggap baik segala ketentuan Allah. Jika kesusahan itu menimpanya, maka dia bersabar atas ketentuan-ketentuan Allah dan senantiasa menanti pertolongan-Nya serta mengharapkan pahala Allah. Semua itu merupakan perkara yang baik baginya dan dia memperoleh ganjaran kebaikan selaku orang-orang yang bersabar.

Jika kesenangan itu mendatanginya, baik berupa kenikmatan agama; seperti ilmu, amalan shalih dan kenikmatan dunia; seperti harta, anak-anak dan keluarga, maka dia bersyukur lagi menjalankan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.

Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.