Hakekat Kehidupan Dunia




Alloh SWT telah memberitahukan dan telah mengabarkan kepada kita tentang Hakekat Kehidupan Dunia dan bawasannya kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu dan bahwasannya kehidupan dunia tak akan pernah lama, ia akan berlalu sebentar dan kemudian manusia akan mati dan akan dikembalikan kepada Alloh robbul’alamin. Namun tentunya yang harus kita pahami adalah bahwasannya kewajiban seorang hambanya adalah memurnikan ibadah kepada Alloh ketika ia hidup di dunia ia harus sadar bahwa tujuan hidupnya bukan seperti binatang ternak, tujuan hidupnya tidak sama dengan binatang yang tidak memiliki akal dan pikiran. Karena binatang hanya memuaskan syahwat, karena binatang hanya memuaskan hawa nafsu sedangkan manusia diberikan akal pikiran, diberikan oleh Alloh SWT akal untuk berfikir, matanya, telingannya dan hatinya. Kewajiban kita adalah berfikir bahwasanya kewajiban yang disembah ia adalah Alloh dan bahwasannya segala macam peribadatan-peribadatan selain kepada Alloh bukan kepada ibadah-ibadah yang bathil.

Kewajiban akan hamba akan islam untuk mengetahui tentang macam-macam beribadah dan macam-macam kesyirikan yang menjadikan seorang hamba yang kekal api neraka, Alloh SWT tidak akan pernah menerima kesyirikan. Alloh berfirman “sesungguhnya Alloh tidak pernah mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa lebih rendah dari kesyirikan dan syiton akan Islam berusaha sekuat tenaga dia untuk menjerumuskan manusia kepada kesyirikan berbagai cara ia lakukan diantara cara yang paling ampuh menipu manusia dengan kuburan, sehingga banyak orang yang tertipu dengan kuburan. Kenapa akan islam. Karena kuburan mempunyai daya yang kuat untuk merusak aqidah kaum muslimin. Banyak sekali kemungkaran-kemungkaran disekitar kuburan diantara kemungkaran yang paling besar yaitu merupakan kesyirikan yaitu tawasul askabul kubur (dengan penghuni-penghuni kuburan) sebagian kaum muslimin mereka berusaha membela tawasyul yang syiri’ ini dengan berbagai macam dalih mereka mengatakan bahwasannya kita ketika tawasyul dengan wali yang sholeh ini katanya dalam rangka mencintai sang wali itu kita berusaha dengan perantara si wali ini dengan Alloh agar mencapaikan doanya karena bahwasannya kita banyak dosa padahal pemimpin katanya untuk bertemu bahwasannya pemimpin butuh dengan ajudan.

Subbhanalloh, ketahuilah wahai kaum beriman. Bertawatul kepada orang mati, bertawasul Alloh melalui orang yang sudah mati adalah kesyiri’an kaum musriki di zaman nabi Nuh as. Dimana robiallohumma ketika mencerikan tentang asal muasal kesyiri’an didunia ini. Menyebutkan bahwasannya ketika generasi 10 anak pertama Nabi Adam AS. Telah meninggal dunia telah hilang datanglah suatu kaum yang apa bila orang sholeh mereka meninggal dunia digambar dan dibikin monument-monumen patung-patung sehingga kemudian tujuannya ingin memberikan motivator dalam rangka beribadah kepada Alloh. Kemudian setelah mereka mati datanglah suatu kaum yang tidak tau menahu lalu setan mewahyukan kepada mereka agar menyembah patung-patung itu. Patung-patung itu diberi nama orang-orang soleh, ia bernama wadzyuwa, yahud, ya’ruuh dan nasre mereka beribadah kepada patung-patung itu bukan tujuannya menyembah patung tapi mendekatkan diri kepada Alloh sedekat-dekatnya. Serta sama yang dilakukan dengan orang-orang musyrikin qureis ketika mereka menyembah lata, menyembah udza, menyembah mahgan, menyembah udbal mereka mengatakan bahwa ini adalah orang-orang orang sholeh Alhat dari kata allat dan ludtu seorang sholeh yang tadinya pekerjaannya amalannya besar. Dia memberikan dan menyediakan minuman atau makanan untuk orang-orang jamaah haji, setelah meninggal dunia dibangunlah monument lalu mereka menyembahnya. Orang orang musrikin dikatakan kepadanya apakah kalian menyembah patung itu mereka mengatakan tidak, kami tidak meyembah patung ini. Akan tetapi kami ingin mendekatkan diri dengan Alloh melalui patung-patung orang sholeh ini.
Alloh berfirman :

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ ﴿٣﴾

39/Az-Zumar-3: Ala lillahi alddeenu alkhalisu waallatheena ittakhathoo min doonihi awliyaa ma naAAbuduhum illa liyuqarriboona ila Allahi zulfa inna Allaha yahkumu baynahum fee ma hum feehi yakhtalifoona inna Allaha la yahdee man huwa kathibun kaffarun

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.”

Katakanlah safa’at itu hanya milik Alloh. Bukan minta kepada orang yang sudah mati Al-Islam, justru itu adalah kesyirikan, Alloh memerintahkan kita untuk berdoa langsung, Alloh berfirman ”berkata robmu, berdoalah kepadaku”. Alloh tidak mengatakan berdoalah kalian melalui perantara-perantara kepadaku. Alloh mengatakan berdoalah langsung kepadaku. Kemudian Alloh berfirman “Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari berdoa tidak kepada Alloh mereka akan masuk ke neraka jahanam dalam keadaan yang dihinakan oleh Alloh SWT.

Di zaman sekarang fenomena tawasul yang syirik ini yang mereka itu berdoa atau yang menjadikan wasyilah orang-orang yang sholeh sudah mati sebuah fenomena yang merebak. Mereka menganggap suatu ibadah yang utama sehingga yang kemudian jatuh berbagai macam islam equater kesalahan. Diantaranya menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid, padahal Rosul SAW melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan sebagai masjid. Semoga Alloh melaknat yahudi dan nasrani yang telah menjadikan kuburan nabi dan orang-orang meraka menjadikan masjid. Bahkan mereka mengamini masjid yang ada kuburannya berdoa disitu lebih utama daripada masjid yang tidak ada kuburannya. Bukankah ini sebagai kesalahan-kesalahan dan kemungkaran-kemungkaran.

Kewajiban kita kaum muslimin. Bahwsannya kuburan hanya sekundhukan tanah yang dikuburkan pada mayat. Padanya mayat yang tidak bisa memberikan safa’at dan mudhorot. 


Baca Juga :
Informasi Cara menghadapi Masalah hidup  
Bagaimana biar cepat Lunas Hutang  

4 Ilmu Hikmah Menggapai Hidup Berkah dan Barokah 

Anda yang Mau Bergabung bersama kami dengan yang lainya Menjadi
Santriwan Santriwati secara Online di 
AL-HIKMAH NURIMANI
PUSAT PENGEMBANGAN ILMU HIKMAH
“Barang siapa yang berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat dan memelukNya”
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.