LANDASAN UNTUK MENGAPAI PERTOLONGAN ALLAH TA’ALA


Mungkin sebagian orang banyak bertanya tanya apa sih solusinya dalam menuntaskan hutang hutang kita. tapi sebelum ini kita bahas mari kita sama sama buka pola fikir kita (pandangan) mengenai Ibadah.

Pada artikel artikel sebelumnya sudah saya muat berbagai metoda dan amalan amalan untuk mendekatkan diri kepada Alloh Ta'ala.

Bagi Kita baik yang terkena bala ujian Hutang, Sakit, Fitnah, Kemiskinan, Kelapangan, Ilmu yg Banyak, Fakir Ilmu (bodoh), Bakhil (pelit), Dermawan, dll. didalamnya adalah ujian..... saya tekankan lagi UJIAN.
Kenapa kita diuji dengan berbagai macam ujian tersebut

Kata Ibnu Athoillah : 
" Seharusnya terasa ringan kepedihan bala yg menimpa kepada anda, karena anda mengetahui bahwa Alloh yg menguji anda maka Tuhan yang menimpakan takdir itu utk anda, dan Dia pula yg memilihkan Taqdir sebaik baiknya untuk anda (sebaik baiknya pemberian) "

Pertama tama mari kita syareat merubah pola fikir kita terhadap Ujian Alloh Ta'ala dengan  Landasan Untuk Mendatangkan Pertolongan Alloh Ta'ala:

1. Jauhkan Sangkaan Tidak Baik Terhadap Alloh Ta'ala
  • Kita berdo'a, Ibadah, Dzikir, Wirid, Sholawat, Baca Al Qur'an, Shodaqoh, Bekerja (ikhtiar) dll amal amal itu kita tempuh dengan keiklasan atau amal soleh. sebab jika tanpa ikhlas maka ketika pertolongan Alloh Ta'ala belum kunjung tiba maka ditakutkan kita kita akan berperasangka terhadap Alloh Ta'ala yang tidak baik seperti : tidak mengabulkan, tidak mendengar, malah tambah sulit, tambah sengsara, tambah jauh dan yang semacam itulah yang membuat ibadah kita kembali kepada kekufuran (naudzubillah). Berucaplah astaghfirulloh. Sebab Alloh Maha segalanya.

Firman Alloh Ta'ala :

مَا نَنسَخْ مِنْ ءَايَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَآ أَوْ مِثْلِهَآ ۗ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللّٰـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ البقرة:١۰٦ -
Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segalasesuatu?
(Al Baqoroh : 106)

2. Perluas Karunia Alloh Ta'ala
  • Dengan memperluas karunia dari Alloh Ta'ala berarti kita mau menerima kedatangan pertolongan Alloh Ta'ala dari mana saja, jika kita mempersempit maka sempit pulalah karunianya. Diantara mempersempit karunia adalah bahwa rezeki itu hanya datang dari hasil pekerjaan (tempat cari nafkah saja), misalkan karyawan ya dari gaji sebagai karyawan, Guru dari hasil mengajar dll banyak, padahal kalau kita perluas rezeki tersebut akan datang dari mana saja tidak akan menyudut hanya satu sumber saja, makanya kita harus berfikir atas segala karunia itu datangnya hanya dari Alloh Ta'ala. 
  • Bahkan kita selalu berdo'a kepada Alloh Ta'ala bahwa kita akan selalu ta'at terhadap perintah Alloh Ta'ala, jika kita memang sudah selesai permasalahannya hal ini, bagaimana kalau masalah belum kunjung selesai juga padahal kita harus memperluasnya dengan berkata "Andaikan Masalah (ujian) ini ada ataupun tiada kami tetap akan menta'ati-Mu ya Alloh" inilah yang disebut dengan karunia terbesar iaitu ke Ta'atan

Firman Alloh Ta'ala :

وَاذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ اللّٰـهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثٰقَهُ الَّذِى وَاثَقَكُم بِهِۦٓ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا۟ اللّٰـهَ ۚ إِنَّ اللّٰـهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُورِ  ﴿المائدة:٧

Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taati". Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).
(Al Maidah :7)
Dan bagaimana dengan mereka yang mempersempit karunia dari Alloh Ta'ala

Firman Alloh Ta'ala :

الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَآ ءَاتَٮٰهُمُ اللّٰـهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا ﴿النساء:٣٧ 

(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.
(Annisaa : 37)

3. Sambut Pertolongan Alloh Ta'ala
  • Dengan menyambut pertolongan dari Alloh Ta'ala berarti kita mau berusaha berikhtiar sebagai syareat mendekatkan diri kepada Alloh Ta'ala dengan berusaha semampunya dengan benar sesuai syareat agama dan jangan lalai dalam menjalankan perintah Alloh Ta'ala. Sesungguhnya pertolongan Alloh Ta'ala itu sangat dekat kepada kita, maka ujian ini selalu ada agar kita merasakan adanya pertolongan Alloh tersebut.

Firman Alloh Ta'ala :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوا۟ حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ مَتَىٰ نَصْرُ اللّٰـهِ ۗأَلَآ إِنَّ نَصْرَ اللّٰـهِ قَرِيبٌ  ﴿البقرة:٢١٤

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
(Al Baqoroh : 214)


Demikianlah yang kami dapat sampaikan semoga Alloh Ta'ala segera menolong kita atas bala ujian yang sedang kita hadapi ini Amiin Amiin Amiiin Ya Robbal 'alamin.
Paling diminati :
Di Doakan Secara Khusus   Klik Disini » Pengobatan Alternatif  Penyakit Medis & Non Medis Klik Disini » Terapi Air  Hikmah Klik  Tasbih Laduni Klik Disini » Menjadi Santri Online  Al-Hikmah Nur Imani KlikDisini »  Berkunjung ke Al-Hikmah Nur Imani  Untuk Konsultasi Langsung Klik Ruwat Rumah & Kendaraan Klik Ruqiyah Jarak Jauh Klik  Membuka Aura Diri  Klik Uang Penarik Klik
Share on Google Plus

Pesan AL-HIKMAH NUR IMANI

“Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah. Yang paling bodoh ialah yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi mereka (merasa) aman dari adzab Allah, dan yang paling kaya dari mereka adalah orang yang paling qana’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak)." Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) takwa.